oleh : Andri "Sheva" Kondor
Bukan kurangnya kasih sayang yang menggagalkan banyak pernikahan, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Bagaimana mungkin kita bisa lama bersama dengan seseorang yang lebih menyukai kebersamaan dengan orang lain, atau yang bersaing dengan kita, atau yang tidak merasa terkait dengan masalah-masalah kita, atau yang merasa tidak turut bertanggung-jawab atas lambatnya kemajuan kita, atau yang bermanis-muka hanya sebelum meminta, atau yang mendahulukan penolakan terhadap usulan-usulan kita, atau yang menuduh kita tidak mau mengerti saat dia tidak mau mengerti batasan-batasan kita, atau yang membuat kita tidak bisa membedakan antara dusta-nya dan benar-nya, dan yang mengabaikan kita tetapi yang juga mengatakan bahwa bila ada keberhasilan kita -itu adalah berkat dukungannya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar