Rencana Pertemuan rutin sekaligus acara pisah sambut (Narko -> ke Blitar dan Kondor -> Soetta) akan dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal : Minggu, 14 Desember 2008
Tempat : Kediaman Kel. Candra E. Sandi
Kota Harapan Indah
Perum Dutabumi 3 Blok A no. 25
Bekasi
Info Liputan akan segera menyusul.....
sebuah blog untuk alumnus STAN Prodip I Bea Cukai (khususnya angkatan VII Nasional atau angkatan IV Makassar)
Jumat, 12 Desember 2008
Kamis, 27 November 2008
Gagal Melakukan Hal-hal Besar Itu Tetap Lebih Terhormat
Oleh Mario Teguh
diambil dari http://marioteguh.blogspot.com/
Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil
Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil
Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil
atau kedua gagal dengan sangat terhormat
Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.
Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah
Sehingga gagalpun kita tetap dihormati
diambil dari http://marioteguh.blogspot.com/
Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil
Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil
Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil
atau kedua gagal dengan sangat terhormat
Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.
Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah
Sehingga gagalpun kita tetap dihormati
Minggu, 23 November 2008
Berpikir Sederhana
Oleh : Bossyana
diambil dari www.cybermq.com
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
Jumat, 21 November 2008
Anakku

Oleh : Amri
Di copy dari www.cybermq.com
Seorang anak kelas satu SD yang sedang mengikuti ulangan Ilmu Pengetahuan Sosial, mendapat pertanyaan :”Gambar disamping mewujudkan kasih sayang seorang ……. (a) Pembantu; (b) Ibu; (c) Ayah, dengan mantabnya anak menjawab “Pembantu”.
Hasil ulangan secara keseluruhan, anak ini mendapat nilai sangat bagus yaitu 8.3 (delapan koma tiga), namun dari hasil pemikiran kasih sayang anak itu, saya tidak tahu, orang tuanya mendapat nilai berapa yeach, semoga menjadi pembelajaran bagi kita bersama.
Ada empat tipe keluarga kita dalam kehidupan;
Pertama, bapak dan ibu sangat perhatian terhadap anak-anaknya, walaupun kedua orang tua sangat sibuk dengan segala aktivitas dan anak-anak juga sangat perhatian kepada kedua orang tua, serta mendapat kasih sayang secara psikologis juga.
Kedua, bapak dan ibu, karena kesibukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kurang ada waktu memperhatikan anak-anak, walaupun demikian, anak-anak tetap merasa diperhatikan kedua orang tua, sehingga anak tetap sangat kagum dengan kedua orang tuanya.
Ketiga, bapak dan ibu sangat memperhatikan perkembangan anak-anak, namun karena berlebih dalam memperhatikan, kadang-kadang menjadi terlalu disiplin dan sedikit keras. Dampaknya adalah anak-anak justru tidak mengagumi kedua orang tuanya.
Keempat, bapak dan ibu, karena kesibukan yang berlebih sehingga hanya punya sedikit waktu untuk memperhatikan perkembangan anak-anak, dampaknya adalah perkembangan anak kurang terperhatikan, dan anak lebih banyak dibesarkan serta diperhatikan secara psikologis oleh pembantunya.
Ketiga, bapak dan ibu sangat memperhatikan perkembangan anak-anak, namun karena berlebih dalam memperhatikan, kadang-kadang menjadi terlalu disiplin dan sedikit keras. Dampaknya adalah anak-anak justru tidak mengagumi kedua orang tuanya.
Keempat, bapak dan ibu, karena kesibukan yang berlebih sehingga hanya punya sedikit waktu untuk memperhatikan perkembangan anak-anak, dampaknya adalah perkembangan anak kurang terperhatikan, dan anak lebih banyak dibesarkan serta diperhatikan secara psikologis oleh pembantunya.
Sahabat CyberMQ
Tulisan ini, hanya sebagai renungan bagi kita sebagai orang tua, karena aneka kesibukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, semoga tetap bisa instropeksi diri, agar tetap memberikan waktu khusus mengetahui perkembangan psikologis anak, sebab anak tidak cukup hanya diberi perhatian dalam bentuk kecukupan materi.
Tulisan ini, hanya sebagai renungan bagi kita sebagai orang tua, karena aneka kesibukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, semoga tetap bisa instropeksi diri, agar tetap memberikan waktu khusus mengetahui perkembangan psikologis anak, sebab anak tidak cukup hanya diberi perhatian dalam bentuk kecukupan materi.
Sebab banyak diantara kita, begitu sangat dikagumi di masyarakat karena prestasinya, namun anak-anak dirumah justru takut kalau kedua orang tuanya ada dirumah. Sebab, kedua orang tua, ketika pulang kerumah, tinggal tenaga sisa, sedangkan penyakit tenaga sisa adalah tetap memberikan kasih sayang kepada anak, namun sering caranya yang salah.
Pendidikan tinggi, memang bukan jaminan kita akan bisa menyayangi anak-anak kita, sebab mendidik anak, tidak cukup dengan pendidikan tinggi yang kurang diimbangi dengan pendidikan hati yang tinggi juga. Pembantu kita, mungkin pendidikannya tidak tinggi, tapi hatinya sangat tinggi, penuh kasih sayang. Walaupun yang sangat disayangi itu, bukan anaknya sendiri.
Berani tetap sibuk dan tetap memperhatikan perkembangan anak atau anak akan tetap pandai namun dibenak mereka, pembantu yang lebih menyayanginya!!!. Bagaimana pendapat sahabat ???
Berani tetap sibuk dan tetap memperhatikan perkembangan anak atau anak akan tetap pandai namun dibenak mereka, pembantu yang lebih menyayanginya!!!. Bagaimana pendapat sahabat ???
Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id http:/masamri.multiply.com e-mail : amri{at}mq{dot}
Selasa, 18 November 2008
Futsal-an bareng
Senin, 17 November 2008
Ngumpul !!!
Hari ini, temen-temen Jakarta kedatangan Jono, Ferari dan Fajar. Mereka datang dalam rangka sosialisasi yang diadakan di kantor Pusat. Untuk itu diharapkan kepada teman-teman yang ada di pusat maupun KPU tj. Priok malam ini untuk dapat hadir di D'Beat Futsal (depan pusdiklat).
Minggu, 16 November 2008
Kisah 2 Ekor Tikus
by Adrie Wongso
copy @ www.cybermq.com
Alkisah, ada dua ekor tikus bersahabat. Karena keadaan, yang satu tinggal di desa sedangkan yang lain tinggal di kota. Suatu hari, tikus kota berkunjung ke desa sahabatnya. Oleh tikus desa, tikus kota dibawa keliling desanya, disuguhi makanan terbaik ala desa sambil bercerita, "Sahabat, desaku memang sepi tetapi hawanya begitu sejuk dan suasananya damai. Makanan pun tersedia dimana-mana di sepanjang lumbung pak tani. Bagaimana menurut pendapatmu?"
Dengan gaya perkotaannya tikus kota menjawab, "Jujur saja sobat, aku sungguh tidak mengerti kenapa kamu betah tinggal di tempat seperti ini. Begitu sepi, dingin, dan seakan-akan tidak ada kehidupan yang berarti. Makanan terbaikmu, rasanya pun juga terlalu hambar bagi lidahku. Sekali waktu datanglah ke kota. Aku akan tunjukkan kepadamu kehidupan yang layak, nikmat, mewah, dan megah. Engkau akan tahu betapa jelek, kotor, dan tidak layaknya tempat tinggalmu ini."
Mendengar cerita tentang kota yang begitu menawan, si tikus desa tertarik untuk ikut ke sana. Setibanya mereka di kota, dengan bangga dibawanya tikus serta berkeliling menikmati indahnya gedung-gedung tinggi, lampu-lampu yang menghiasi sepanjang jalan, keramaian manusia dan kendaraan yang berlalu lalang. Hingga akhirnya mereka sampai ke liang lubang di sebuah rumah mewah kediaman manusia.
"Ayo masuklah. Memang rumah majikanku besar, indah, dan selalu hangat di dalamnya, berbeda sekali dengan rumah desamu kan?" Setelah berkeliling, perut pun terasa lapar. Sambil bercakap-cakap, mereka mengendap-endap memasuki ruang makan. Sungguh hebat makanan di atas meja, banyak dan beragam serta memancarkan aroma yang begitu mengundang selera.
Saat hendak menyantap makanan. Tiba-tiba, "gubrak!" terdengar suara daun pintu dibuka dengan kasar disusul dengan teriakan menggelegar dari orang yang datang itu. Tikus kota spontan berbalik arah dan berteriak "Cepat lari, cepat !" sesegera mungkin mereka pun berlari menyelamatkan diri ke lubang pengaman menghindari caci maki dan kemarahan si penghuni rumah.
Dengan jantung yang masih berdegup kencang karena kaget dan ketakutan, si tikus desa berkata tegas, "Aku mau pulang. Seindah dan semegah apapun di kota, di sini bukanlah tempatku. Ternyata desaku yang sepi dan tenang jauh lebih enak untuk tempat tinggalku. Selamat tinggal sahabat."
Pembaca yang budiman,
Pepatah mengatakan "Rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri." Kadang kita hidup selalu dengan perbandingkan! Melihat orang lain serasa lebih enak, lebih hebat, lebih kaya, lebih indah dibandingkan diri sendiri. Jika kehebatan orang lain menjadi acuan kita, maka tentulah perasaan tidak bahagia yang senantiasa menyelimuti kita.
Seperti saat ini, setelah berlebaran di kampung halaman, biasanya terjadi urbanisasi besar-besaran. Kembali ke kota dan banyak yang membawa serta sanak saudara dan teman untuk mengais rejeki di kota. Sesungguhnya, jika kaum muda mau menggali potensi yang ada di kampung halaman mereka masing-masing, maka banyak masalah yang akan terpecahkan. Dan banyak prestasi yang bisa diciptakan, desa menjadi maju dan kota tidak perlu pengap karena bertambahnya penduduk yang tidak sesuai dengan perencanaan kota. Sehingga pemerataan pun terjadi. Dengan demikian kehidupan akan selaras penuh keharmonisan.
copy @ www.cybermq.com
Alkisah, ada dua ekor tikus bersahabat. Karena keadaan, yang satu tinggal di desa sedangkan yang lain tinggal di kota. Suatu hari, tikus kota berkunjung ke desa sahabatnya. Oleh tikus desa, tikus kota dibawa keliling desanya, disuguhi makanan terbaik ala desa sambil bercerita, "Sahabat, desaku memang sepi tetapi hawanya begitu sejuk dan suasananya damai. Makanan pun tersedia dimana-mana di sepanjang lumbung pak tani. Bagaimana menurut pendapatmu?"
Dengan gaya perkotaannya tikus kota menjawab, "Jujur saja sobat, aku sungguh tidak mengerti kenapa kamu betah tinggal di tempat seperti ini. Begitu sepi, dingin, dan seakan-akan tidak ada kehidupan yang berarti. Makanan terbaikmu, rasanya pun juga terlalu hambar bagi lidahku. Sekali waktu datanglah ke kota. Aku akan tunjukkan kepadamu kehidupan yang layak, nikmat, mewah, dan megah. Engkau akan tahu betapa jelek, kotor, dan tidak layaknya tempat tinggalmu ini."
Mendengar cerita tentang kota yang begitu menawan, si tikus desa tertarik untuk ikut ke sana. Setibanya mereka di kota, dengan bangga dibawanya tikus serta berkeliling menikmati indahnya gedung-gedung tinggi, lampu-lampu yang menghiasi sepanjang jalan, keramaian manusia dan kendaraan yang berlalu lalang. Hingga akhirnya mereka sampai ke liang lubang di sebuah rumah mewah kediaman manusia.
"Ayo masuklah. Memang rumah majikanku besar, indah, dan selalu hangat di dalamnya, berbeda sekali dengan rumah desamu kan?" Setelah berkeliling, perut pun terasa lapar. Sambil bercakap-cakap, mereka mengendap-endap memasuki ruang makan. Sungguh hebat makanan di atas meja, banyak dan beragam serta memancarkan aroma yang begitu mengundang selera.
Saat hendak menyantap makanan. Tiba-tiba, "gubrak!" terdengar suara daun pintu dibuka dengan kasar disusul dengan teriakan menggelegar dari orang yang datang itu. Tikus kota spontan berbalik arah dan berteriak "Cepat lari, cepat !" sesegera mungkin mereka pun berlari menyelamatkan diri ke lubang pengaman menghindari caci maki dan kemarahan si penghuni rumah.
Dengan jantung yang masih berdegup kencang karena kaget dan ketakutan, si tikus desa berkata tegas, "Aku mau pulang. Seindah dan semegah apapun di kota, di sini bukanlah tempatku. Ternyata desaku yang sepi dan tenang jauh lebih enak untuk tempat tinggalku. Selamat tinggal sahabat."
Pembaca yang budiman,
Pepatah mengatakan "Rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri." Kadang kita hidup selalu dengan perbandingkan! Melihat orang lain serasa lebih enak, lebih hebat, lebih kaya, lebih indah dibandingkan diri sendiri. Jika kehebatan orang lain menjadi acuan kita, maka tentulah perasaan tidak bahagia yang senantiasa menyelimuti kita.
Seperti saat ini, setelah berlebaran di kampung halaman, biasanya terjadi urbanisasi besar-besaran. Kembali ke kota dan banyak yang membawa serta sanak saudara dan teman untuk mengais rejeki di kota. Sesungguhnya, jika kaum muda mau menggali potensi yang ada di kampung halaman mereka masing-masing, maka banyak masalah yang akan terpecahkan. Dan banyak prestasi yang bisa diciptakan, desa menjadi maju dan kota tidak perlu pengap karena bertambahnya penduduk yang tidak sesuai dengan perencanaan kota. Sehingga pemerataan pun terjadi. Dengan demikian kehidupan akan selaras penuh keharmonisan.
Jumat, 14 November 2008
Prasangka
Oleh : Adrie Wongso
diambil dari www.cybermq.com
Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.
Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang, si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja malahan pergi bermain dengan teman-temannya!
Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. "Kali ini Putri harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan," geram si ibu dalam hati.
Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke dalam rumah.
"Putri...Putri...Putri..., bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak! Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!" Serunya sambil menangis merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan menguncang-guncangkan tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri tidak bereaksi sama sekali.
Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang masih berantakan tetapi terbaca jelas.
"Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Hi... hi... hi..., ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!" Dan meledaklah tangis sang ibu.
Pembaca yang budiman,
Huai Ie, prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang cocok dengan kisah tadi dan penyesalan biasanya datang menyusul di belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul karena prasangka negatif maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.
Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses
by. Tanadi Santoso
di copy dari www.adriewongso.com
Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.
Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba- tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.
Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.
Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala.
Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, "Kalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?" "Tidak," jawab mereka. "Lalu kenapa kalau di Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?". "Ya, karena di sini semua begitu."
Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah.
Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah ? "Saya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk dimintai," jawabnya.
Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga mempengaruhinya.
Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin.
Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai- nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi kita menjadi sukses pula.
Rabu, 12 November 2008
BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI
BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI
(taken from Mario Teguh)
Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.
Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.
Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.
Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.
Maka pertanyaannya kepada Anda,
Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?
Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?
Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?
Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?
Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.
Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.
Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.
Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.
Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.
Karena,
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?
Sahabat-sahabat Indonesia yang super,
Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?
Sahabat-sahabat Indonesia yang super,
Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.
Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.
Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?
Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.
Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.
Selasa, 11 November 2008
antara Zack dan Jawir..

Hari ini adalah hari rabu (menurut penanggalan), sudah kurang lebih 3 hari yang lalu pernikahannya abdur, tapi baru sempat ke upload sekarang. Yang pasti mudah-mudahan kalian gak pada bosen (pengennya, hehehe).
Kemaren waktu pernikahannya zack, sebagian besar temen angkatan yang ada di Jakarta pada ngumpul. Setelah acara kemaren, langsung kita meluncur kerumahnya nazuwir yang Alhamdulillah baru dikaruniai anak yang kedua. Itung-itung sekalian nengok bayi, :).
Acaranya di tempat nazuwir malah yang lama, karena abis itu kita maen putsal. Bayangin dengan 12 orang yang ada kita nyewa lapangan putsal selama 2 jam, capekna pol...
Eh sori pren aku gak bisa kasih narasi banyak-banyak karena dah mau mandi dan berangkat kantor. udah dulu ya, yang pasti buat abdur selamat bergabung di dunia yang baru deh, sementara buat nazuwirnya moga anaknya menjadi manusia yang berguna bagi nusa bangsa dan agama, amin....
Jumat, 31 Oktober 2008
Anaknya Ferari...
Senin, 27 Oktober 2008
Kamis, 23 Oktober 2008
Undangan lagi...
Barusan.. aku buka emailku dan ada sebuah email dari teman kita yang pada intinya adalah undangan buat kita semua untuk hadir pada acara pernikahannya, siapakah dia???? yap... Abdur Razaq Aghni... (akhirnya lo menikah juga bro... wekekekek). Buat semuanya ni undangannya...
Senin, 06 Oktober 2008
Met Lebaran Ye...
Weleh... ternyata untuk ngap-date blog ini dibutuhkan waktu yang lumayan lama, hehehehe. Bayangin upload terakhir tuh bulan agustus sehabis pernikahannya andri 'kondor', habis itu... adminnya sibuk puasa sih... (jurus ngeles) trus mudik.. nah baru muncul lagi deh...
Eniwei, terlepas dari itu semua terkait dengan idul fitri nih... aku atas nama pribadi dan keluarga juga yang bertanggungjawab dengan team kretaif blog dan angkatan mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429 H, Taqobalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum amin wa antum bi khair (mudah-mudahan spelling-nya gak salah...) minta maaf atas semua kesalahan-kesalahan yang timbul baik sengaja maupun tak sengaja, yang mungkin banyak temen-teman gak puas dengan apa yang sudah ada saat ini. Yah... kita juga mohon doanya agar apa yang sudah ada saat ini dan makin menghilang tapi justru malah semakin semarak, ok?...
Kali ini ada beberapa hot news yang perlu temen-temen semua ketahui terkait dengan kegiatan alumni yang sudah maupun yang akan segera terwujud (insya Allah) :
1. Pada pertengahan puasa lalu tepatnya tanggal 20 September 2008, diadain acara buka puasa bersama keluarga besar kita di Jakarta yang bertempat di RM. Ikan Bakar Bayuwangi Rawamangun. Alhamdulillah hampir semua hadir berikut para 'buntut'nya. Yang tidak hadir saat itu antara lain : Eko Dar (lagi sakit), Jawir (Momong anak dan kebetulan istrinya lagi hamil lagi jadi gak bis diajak), Yayat (lagi sakit dan juga masih baru punya baby), Arif Sudaryoko (Lagi pulkam - yang dalam setiap pertemuan nyaris tidak pernah datang). Pokoknya ruame lah... dokumentasinya ada di narko dan dodi (aku belum sempet minta).
2. Berita sebelumnya, Yayat sudah punya anak yang pertama dari istri yang pertama dengan jenis kelamin perempuan (kalo' gak salah dan namanya aku juga belum nanya) kita tunggu aja undangan akikahnya.
3. Kita sudah punya rekening angkatan (walaupun masih make nama pribadi), tepatnya di Bank Syariah Mandiri Nomor Rekeningnya 0207051839 a.n. Setia Handaya. So... bagi temen2 yang ingin ikut berpartisipasi ikutan silahkan transfer ke no rekening tersebut kemudian bisa menghubungi Setia H atau Eko Daryanto untuk konfirmasi.
4. Insya Allah tanggal 11 dan 12 Oktober ini temen kita Ardi Ashari akan melangsungkan pernikahannya di Makassar... yang belum dapet undangan tunggu aja undangan resminya ya, kalaupun masih belum dapet, informasi ini sekaligus pemberitahuan kepada semua. Terus Insya Allah juga bulan Nopember giliran Abdur Razaq yang akan menikah...
sementara itu dulu ya beritanya, aku sudah harus kerja lagi nie...
Eniwei, terlepas dari itu semua terkait dengan idul fitri nih... aku atas nama pribadi dan keluarga juga yang bertanggungjawab dengan team kretaif blog dan angkatan mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429 H, Taqobalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum amin wa antum bi khair (mudah-mudahan spelling-nya gak salah...) minta maaf atas semua kesalahan-kesalahan yang timbul baik sengaja maupun tak sengaja, yang mungkin banyak temen-teman gak puas dengan apa yang sudah ada saat ini. Yah... kita juga mohon doanya agar apa yang sudah ada saat ini dan makin menghilang tapi justru malah semakin semarak, ok?...
Kali ini ada beberapa hot news yang perlu temen-temen semua ketahui terkait dengan kegiatan alumni yang sudah maupun yang akan segera terwujud (insya Allah) :
1. Pada pertengahan puasa lalu tepatnya tanggal 20 September 2008, diadain acara buka puasa bersama keluarga besar kita di Jakarta yang bertempat di RM. Ikan Bakar Bayuwangi Rawamangun. Alhamdulillah hampir semua hadir berikut para 'buntut'nya. Yang tidak hadir saat itu antara lain : Eko Dar (lagi sakit), Jawir (Momong anak dan kebetulan istrinya lagi hamil lagi jadi gak bis diajak), Yayat (lagi sakit dan juga masih baru punya baby), Arif Sudaryoko (Lagi pulkam - yang dalam setiap pertemuan nyaris tidak pernah datang). Pokoknya ruame lah... dokumentasinya ada di narko dan dodi (aku belum sempet minta).
2. Berita sebelumnya, Yayat sudah punya anak yang pertama dari istri yang pertama dengan jenis kelamin perempuan (kalo' gak salah dan namanya aku juga belum nanya) kita tunggu aja undangan akikahnya.
3. Kita sudah punya rekening angkatan (walaupun masih make nama pribadi), tepatnya di Bank Syariah Mandiri Nomor Rekeningnya 0207051839 a.n. Setia Handaya. So... bagi temen2 yang ingin ikut berpartisipasi ikutan silahkan transfer ke no rekening tersebut kemudian bisa menghubungi Setia H atau Eko Daryanto untuk konfirmasi.
4. Insya Allah tanggal 11 dan 12 Oktober ini temen kita Ardi Ashari akan melangsungkan pernikahannya di Makassar... yang belum dapet undangan tunggu aja undangan resminya ya, kalaupun masih belum dapet, informasi ini sekaligus pemberitahuan kepada semua. Terus Insya Allah juga bulan Nopember giliran Abdur Razaq yang akan menikah...
sementara itu dulu ya beritanya, aku sudah harus kerja lagi nie...
Minggu, 17 Agustus 2008
Perjalanan ke Kondor..

Kemarin, bertepatan dengan 17 Agustus 2008, Temen kita 'kondor', melangsungkan pernikahan. Hm... adayang berkomentar, "akhirnya menikah juga..." wekekekeke, just kidding bro.... yang pasti selamat dulu deh buat kondorn diana, semoga menjadi kelurga yang sakinah mawaddah dan wa rohmah sesuai keinginan semua pihak. Berikut laporan tim lupitan eh liputan kegiatan kemarin.
Kemarin itu, tim dari Jakarta yang menghadiri resepsi pernikahannya kondor ada Tujuh orang yang terdiri dari Ardi, Yayat, Hendro, Handoyo, Eko serta andik dan fiki (junior angkatan 10 yang pernah tugas di manado). Sementara Yundi dan budiman yang dijadwalkan ikut mendadak gak bisa. Si Abdur dan jawir yang juga diharapakan bisa ikut ternyata juga gak bisa, sementara temen-temen yang di Jakarta lainnya tidak ada konfirmasi.
Rombongan berangkat dari Rawamangun pada jam 10.30 menuju bekasi ke rumahnya eko untuk menjemput dia disana. Sesampainya disana istirahat bentar (gak nyampe 15 menit, kita langsung meluncur mengarah ke TKP di Majalengka. Berhubung kita gak ada yang tau maka kita mengajak seorang senior angkatan 2 yang satu ruangan ama yayat, mas hendrik namanya, yang sekaligus ingin balik ke Tegal.
Selama perjalan kita sempat shalat Dhuhur di tol Cikampek trus kembali melanjutkan perjalanan. Rute tempuh perjalanan berangkat kemaren adalah Jakarta-Bekasi-Cikampek-Cirebon-Majalengka. Sampai Jam 2 kita masih di Indramayu, sementara perut sudah kelaparan, akhirnya kita mampir makan di RM Rosalia. Setelah makan kita cabut lagi meneruskan perjalanan. Ternyata jalan yang dilalui sedikit menyimpang dari yang seharusnya. Seharusnya kita tidak perlu sampai ke Cirebon. Tapi apa boleh buat, perjalanan harus tetap kita teruskan. Wal hasil setelah bertanya-tanya banyak kali akhirnya ketemu juga Majalengka. setelah Cirebon akhirnya mas Hendrik meneruskan perjalanan ke Tegal sementara yang lain terus mencari keberadaan tempatnya Kondor.
Setelah jam 16.00 akhirnya kita menemukan Kabupaten Majalengka, itupun kita masih harus mencari Kecamatan Jatiwangi trus mencari Desa Sukaraja. Hmmmm perjuangan yang sangat berat. pukul 16.30 kita sudah menemukan Jatiwangi, sembari sholat ashar dan isi bensin kita persiapan ke kondangan. Semua baju batik dipake, pake parfum, etc lah... akhirnya kurang lebih jam 17.00 kita sampai di tempat kejadian. Karena belum tau, di depan tempat acara juga kita masih nanya!
Setelah ketemu, kita gak bisa langsung foto bersama karena waktunya dah sore, sang pengantin break dulu untuk istirahat magrib dan ganti baju untuk session ke 2. Akhirnya rombongan makan dulu sambil ngobrol-ngobrol. Setelah itu kita sholat magrib dan menunggu sang pengantin selesai make up untuk bisa foto bersama yang nantinya bakal dimuat di blog ini. menunggu lagi... kurang lebih jam 19.00 kita foto bersama sebelum pengantin turun ke pelaminan karena kita harus segera pulang ke Jakarta. Walhasil setelah foto bersama rombongan langsung pamit pulang.
Rute kepulangan beda dengan keberangkatan, kita lebih memilih leawt bandung kemudian menuju tol cipularang. Didaerah pegunungan (gak tau namanya) kita sempet berhenti sebentar untuk ngopi (saya tidak ikutan karena dah ngatukz berat). Karena ngatuknya saya saya gak tau posisi selanjutnya, tau-tau sudah di tol cikampek dan mau masuk bekasi ke tempatnya eko untuk mengembalikannya pada sang istri. Nyampe dirumahnya eko kurang lebih jam 12 lebih dikit... dan setelah itu kita langsung pulang ke rumah masing-masing de...
wah.... perjalanan yang berat....
Jumat, 15 Agustus 2008
Ketambahan anggota lagi
Alhamdulillah.. kayakna angkatan kita makin rame aja nih, pasalnya kemarean saya baru saja dapet sms dari irwadi di Jayapura bahwasanya istrinya baru saja melahirkan putri mereka yang kedua, wah.. selamat ya ir, do'a kami semoga ia menjadi manusia yang sholehah yang disayang keluarganya, berguna bagi nusa bangsa dan agama (standar baget yak. :>).
Tambahan info lagi, besok (hari minggu 17 Agustus 2008), Insya Allah akan menikah teman andriyanto, mari kita sama do'akan semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah hingga akhir. Bagi teman-teman angkatan yang mau ikut ke acaranya di Majalengka, besok berangkat bareng setelah upacara 17-an di Departemen. Liputannya bisa dilihat minggu depan.
Tambahan info lagi, besok (hari minggu 17 Agustus 2008), Insya Allah akan menikah teman andriyanto, mari kita sama do'akan semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah hingga akhir. Bagi teman-teman angkatan yang mau ikut ke acaranya di Majalengka, besok berangkat bareng setelah upacara 17-an di Departemen. Liputannya bisa dilihat minggu depan.
Jumat, 08 Agustus 2008
Kabar Baik...
Sebelumnya diriku mau minta maaf karena belakangan ini belum sempet ngupdate blog ni lagi. Maklum selain sibuk dengan kerja di KPU yang gak habis-habis, aku juga kemarin baru cuti. Selama cuti sebenarnya aku dah berusha posting tapi koneksi internetnya gak "good" jadi ya.. terpending sampai sekarang.
Yang jelas aku pengin ngabarin warta yang lumayan bagus dan heboh....
Begini beritanya :.... beberapa hari yang lalu aku menerima sms dari salah seorang temen angkatan kita, bunyinya kurang lebih begini :
"Ass. Mohon Do'a Restu n' kehadirannya pada pernikahan anak kami ANDRIYANTO dan DIANA ANDRIYANI hari minggu 17-8-2008 pukul 09.00 wib di masjid Al Ikhlas Desa Sukaraja, Resepsi pukul 10.00 s.d selesai di desa Sukaraja, Kec. Jatiwangi - Majalengka, turut mengundang keluarga Abadi"
Nah... mungkin sebagian temen-temen kaget yak??? temen-temen di jakarta pun sama. Sebelumnya kita udah denger beritanya sih... tapi masih meragukan gitu deh.. sampai akhirnya datang sms dari kondor kemaren. Yang pasti kita semua turut senang ya...
Oh ya bagi yang mau ikutan hadir di acaranya andri silakan hubungi ardi/yayat di kator pusat atau handoyo di KPU. By the way... setelah kondor siap-siap aja nunggu kejutan dari beberpa orang temen yang udah siap married, tunggu aja kabar berikutnya ya...
Yang jelas aku pengin ngabarin warta yang lumayan bagus dan heboh....
Begini beritanya :.... beberapa hari yang lalu aku menerima sms dari salah seorang temen angkatan kita, bunyinya kurang lebih begini :
"Ass. Mohon Do'a Restu n' kehadirannya pada pernikahan anak kami ANDRIYANTO dan DIANA ANDRIYANI hari minggu 17-8-2008 pukul 09.00 wib di masjid Al Ikhlas Desa Sukaraja, Resepsi pukul 10.00 s.d selesai di desa Sukaraja, Kec. Jatiwangi - Majalengka, turut mengundang keluarga Abadi"
Nah... mungkin sebagian temen-temen kaget yak??? temen-temen di jakarta pun sama. Sebelumnya kita udah denger beritanya sih... tapi masih meragukan gitu deh.. sampai akhirnya datang sms dari kondor kemaren. Yang pasti kita semua turut senang ya...
Oh ya bagi yang mau ikutan hadir di acaranya andri silakan hubungi ardi/yayat di kator pusat atau handoyo di KPU. By the way... setelah kondor siap-siap aja nunggu kejutan dari beberpa orang temen yang udah siap married, tunggu aja kabar berikutnya ya...
Jumat, 01 Agustus 2008
akhirnya kutemukan...
Rabu, 16 Juli 2008
Kesombongan
2008-07-14 20:39:00 di copy dari www.republika.co.id
Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih kesombongan terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain. Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, nafsu lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik semata, tetapi makhluk spiritual. Kita lahir dengan tangan kosong, dan kita pun akan meninggal dengan tangan kosong. ''Sesungguhnya kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Al-Baqarah [2]: 156)
Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih kesombongan terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain. Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, nafsu lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik semata, tetapi makhluk spiritual. Kita lahir dengan tangan kosong, dan kita pun akan meninggal dengan tangan kosong. ''Sesungguhnya kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nyalah kami kembali.'' (QS Al-Baqarah [2]: 156)
Kamis, 10 Juli 2008
Ayo Hemat!
Oleh Eko Prasetyo
Diambil dari eramuslim.com
Keluar yang baru, ngebet ingin ganti. Tidak bisa beli cash, dibela-belain tukar tambah atau mencicil secara kredit. Inilah gambaran tentang handphone yang telah menjadi seperti mode. Berkat kecanggihan teknologi, handphone yang dulu hanya bisa untuk menelepon dan SMS mulai ditambahi feature lain seperti kamera, pemutar musik dan video, internet, serta lain-lain.
Banyak masyarakat kita yang menjadi korban mode dari HP. Dalam artian, handphone dianggap memiliki prestise. Dulu, tidak banyak orang memegang HP. Namun, sekarang HP jelas bukan barang yang mewah lagi. Tidak hanya para eksekutif yang bisa menikmati layanan berkomunikasi via telepon seluler. Tapi, anak SD hingga tukang ojek pun ke mana-mana bisa pegang benda tersebut.
Betapa HP terkadang bisa membuat orang terbius. Bahkan, orang bisa minder hanya karena HP-nya dirasa tidak up to date alias masih memakai HP jadul (lawas). Kini, bisa dijumpai pedagang sayur keliling bisa melayani pembeli sambil ber-HP atau pengamen di bus kota menenteng HP di pinggangnnya. Seakan, itu sudah biasa kita jumpai. Padahal, budget untuk membeli pulsa tidaklah sedikit, bahkan terkadang bisa setara dengan pengeluaran bensin sebulan.
Zaman sekarang HP begitu digilai. Gonta-ganti HP dianggap menjadi tren masa kini. Mengherankan sekali, orang bisa membeli HP di atas satu atau dua juta rupiah, tetapi mengeluarkan infak sebulan masih antara iya dan tidak. Kadang, orang mampu menganggarkan pulsa Rp 100 ribu atau lebih per bulan, namun anggaran untuk zakat enggan dilaksanakan. Masya Allah. Orang seolah telah melupakan esensi HP itu sendiri: yakni sebagai alat komunikasi.
Tanpa disadari, kepentingan yang baik untuk diutamakan lebih dulu terkadang kalah dengan kepentingan pribadi yang sebenarnya bisa ditunda. Banyak orang membeli sesuatu karena keinginan, bukan disebabkan kebutuhan. Akibatnya, konsumerisme nyaris jadi budaya. Gengsi memiliki HP mahal mengalahkan urgensi terhadap kebutuhan yang lain. Islam senantiasa menganjurkan agar manusia benar-benar memperhatikan masalah keseimbangan dan keadilan.
Suatu saat, saya pergi ke mal untuk mampir ke toko buku. Di sana, saya memperhatikan beberapa counter HP yang tak surut dari pengunjung yang bertransaksi atau sekadar melihat-lihat. Iseng, saya ikut melihat ke salah satu counter. Dua buah ponsel second di kisaran Rp 1, 4 juta yang dipajang telah dibeli pengunjung di situ. Saya sempat bengong dan termangu sejenak melihat ponsel yang saya pegang. Ponsel di genggaman ini bukan ponsel dengan fitur lengkap. Tak ada kamera atau pemutar musik. Harganya pun tak sampai Rp 400 ribu. Tapi, bukankah ponsel ini dibeli bukan untuk gaya-gayaan? Jadi, buat apa ikut-ikutan membeli barang yang sebetulnya tidak urgen untuk dibeli.
“Jangan selalu melihat orang di atasmu, tapi lihat juga orang di bawahmu, ” begitu pepatah bijak. Maksudnya, kita jangan mudah silau dengan orang yang memiliki kelebihan dan bisa beli ini itu. Tapi, kita juga perlu menatap orang-orang yang hidup berkekurangan.
Karena itu, syukur nikmat kepada Allah SWT adalah hal yang penting. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara demikian.” (Al-Furqan: 67). Dengan ayat tersebut, jelas sudah bahwa hidup hemat adalah sesuatu yang mesti diterapkan dalam kehidupan. Hidup seimbang dan tak berlebih-lebihan serta tak alpa dalam berinfak. HP baru? Enggak dulu deh..
prasetyo_pirates@yahoo.co.id
Diambil dari eramuslim.com
Keluar yang baru, ngebet ingin ganti. Tidak bisa beli cash, dibela-belain tukar tambah atau mencicil secara kredit. Inilah gambaran tentang handphone yang telah menjadi seperti mode. Berkat kecanggihan teknologi, handphone yang dulu hanya bisa untuk menelepon dan SMS mulai ditambahi feature lain seperti kamera, pemutar musik dan video, internet, serta lain-lain.
Banyak masyarakat kita yang menjadi korban mode dari HP. Dalam artian, handphone dianggap memiliki prestise. Dulu, tidak banyak orang memegang HP. Namun, sekarang HP jelas bukan barang yang mewah lagi. Tidak hanya para eksekutif yang bisa menikmati layanan berkomunikasi via telepon seluler. Tapi, anak SD hingga tukang ojek pun ke mana-mana bisa pegang benda tersebut.
Betapa HP terkadang bisa membuat orang terbius. Bahkan, orang bisa minder hanya karena HP-nya dirasa tidak up to date alias masih memakai HP jadul (lawas). Kini, bisa dijumpai pedagang sayur keliling bisa melayani pembeli sambil ber-HP atau pengamen di bus kota menenteng HP di pinggangnnya. Seakan, itu sudah biasa kita jumpai. Padahal, budget untuk membeli pulsa tidaklah sedikit, bahkan terkadang bisa setara dengan pengeluaran bensin sebulan.
Zaman sekarang HP begitu digilai. Gonta-ganti HP dianggap menjadi tren masa kini. Mengherankan sekali, orang bisa membeli HP di atas satu atau dua juta rupiah, tetapi mengeluarkan infak sebulan masih antara iya dan tidak. Kadang, orang mampu menganggarkan pulsa Rp 100 ribu atau lebih per bulan, namun anggaran untuk zakat enggan dilaksanakan. Masya Allah. Orang seolah telah melupakan esensi HP itu sendiri: yakni sebagai alat komunikasi.
Tanpa disadari, kepentingan yang baik untuk diutamakan lebih dulu terkadang kalah dengan kepentingan pribadi yang sebenarnya bisa ditunda. Banyak orang membeli sesuatu karena keinginan, bukan disebabkan kebutuhan. Akibatnya, konsumerisme nyaris jadi budaya. Gengsi memiliki HP mahal mengalahkan urgensi terhadap kebutuhan yang lain. Islam senantiasa menganjurkan agar manusia benar-benar memperhatikan masalah keseimbangan dan keadilan.
Suatu saat, saya pergi ke mal untuk mampir ke toko buku. Di sana, saya memperhatikan beberapa counter HP yang tak surut dari pengunjung yang bertransaksi atau sekadar melihat-lihat. Iseng, saya ikut melihat ke salah satu counter. Dua buah ponsel second di kisaran Rp 1, 4 juta yang dipajang telah dibeli pengunjung di situ. Saya sempat bengong dan termangu sejenak melihat ponsel yang saya pegang. Ponsel di genggaman ini bukan ponsel dengan fitur lengkap. Tak ada kamera atau pemutar musik. Harganya pun tak sampai Rp 400 ribu. Tapi, bukankah ponsel ini dibeli bukan untuk gaya-gayaan? Jadi, buat apa ikut-ikutan membeli barang yang sebetulnya tidak urgen untuk dibeli.
“Jangan selalu melihat orang di atasmu, tapi lihat juga orang di bawahmu, ” begitu pepatah bijak. Maksudnya, kita jangan mudah silau dengan orang yang memiliki kelebihan dan bisa beli ini itu. Tapi, kita juga perlu menatap orang-orang yang hidup berkekurangan.
Karena itu, syukur nikmat kepada Allah SWT adalah hal yang penting. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara demikian.” (Al-Furqan: 67). Dengan ayat tersebut, jelas sudah bahwa hidup hemat adalah sesuatu yang mesti diterapkan dalam kehidupan. Hidup seimbang dan tak berlebih-lebihan serta tak alpa dalam berinfak. HP baru? Enggak dulu deh..
prasetyo_pirates@yahoo.co.id
Sabtu, 05 Juli 2008
Rezeki Tanpa Batas
Oleh Muhammad Rizqon
(Diambil dari eramuslim.com)
Malam itu, jalan di depan rumah saya yang biasanya ramai di waktu berangkat atau pulang sekolah/kerja, sudah mulai menyepi. Hanya ada beberapa gelintir saja kendaraan atau orang yang lalu lalang. Beberapa penjaja makanan pun sudah mulai berkurang. Tidak jauh dari rumah, nampak beberapa pedagang nasi goreng, serempak berhenti di warung indomie dengan meninggalkan gerobak di pinggir jalan. Mereka berhenti sekedar minum kopi atau menikmati gorengan setelah sekian lama berjalan menjajakan dagangan. Pemandangan itu adalah pemandangan yang sering saya lihat setiap malam, ketika hendak memasukkan kendaraan ke dalam rumah atau menutup pintu pagar.
Jalan di depan rumah saya adalah jalan yang tidak pernah sepi. Tidak jauh dari rumah ada pasar tradisional yang beroperasi 24 jam. Sementara banyak penduduk di sekitar rumah yang berprofesi sebagai pedagang di pasar atau pedagang di tempat lainyang memerlukan bahan-bahan baku dari pasar tradisional itu. Maka lalu lintas orang dan barang pun tidak pernah berhenti melewati depan rumah menuju atau pulang dari pasar. Lalu lintas kendaraan di jalan utama pun tidak pernah sepi. Banyak para pedagang di pasar tradisional itu mengambil barang kulakan dari sebuah pasar induk yang ditempuh dengan satu rit angkottrayekPondok Gede-Kampung Rambutan. Karena sumber pasokan barangberasal dari sana, maka ritme pasar tradisional itu pun mengikuti ritme pasar induk yang juga beroperasi 24 jam.
Malam itu sekitar pukul sepuluh malam, saya menyaksikan pemandangan yang cukup membuka mata dan hati saya. Beberapa orang tetangga yang baru saya kenal, berparade menentang bungkusan plastik dan beberapa barang yang tidak saya ketahui persis apa isinya. Semula saya berpikir mereka habis berbelanja “besar-besaran” untuk kebutuhan rumah tangga karena tidak jauh dari rumah memang banyak bertebaran pusat perniagaan yang menjajakan aneka barang kebutuhan. Hatipun jadi terusik dan bertanya karunia apakah gerangan yang menjadikan mereka bisa membeli barang demikian banyak itu.
Saya hanya menyapa singkat ketika mereka melewati depan rumah dan tidak begitu memperhatikan apa yang mereka bawa. Namun pemandangan yang terpotret sekilas itu menimbulkan beberapa kejanggalan atas dugaan saya yang pertama. Bungkusan yang mereka bawa itu bukanlah bungkusan plastik putih yang biasanya berlabel nama toko atau swalayan. Mereka juga tidak mengenakan pakaian sebagaimana layaknya untuk mendatangi tempat belanja. Saya bersangka baik, mereka bukan habis berbelanja dari pusat perbelanjaan melainkan habis berbelanja dari pasar tradisional itu. Toh untuk pergi ke sana tidak harus menggenakan pakaian yang bagus atau teramat sopan. Mengenakan kaos dan celana setinggi lutut pun jadi. Terlebih jika suasana hujan, tentu bagi mereka lebih praktis menggunakan busana yang ala kadarnya dan terkesan kumal karena harus berjibaku dengan tanah pasar yang becek dan kotor.
Ketika saya berjumpa, wajah mereka terpancar menyiratkan rona penuh suka cita. Belakangan saya menyadari bahwa mereka baru pulang dari memulung gelas/botol air mineral yang berserakan di sekitar pasar atau plaza. Saya mengetahuinya ketika pada suatu hari, ada mobil dengan perlengkapan timbangan gantung parkir di depan rumah. Banyak orang mengerumuni mobil dengan timbangan itu. Mereka menimbang karung berisi gelas/botol air mineral, kardus, koran atau barang loakan lainnya. Setelah dilakukan penimbangan, barang-barang itu langsung dimuat ke mobil dan ada seorang yang menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang dibeli dan diangkutnya itu.
Nuansa ceria mewarnai suasana setelah transaksi itu dilakukan. Barulah saya menyadari ternyata mereka habis bertransaksi atas barang-barang hasil pulungan, termasuk barang-barang yang mereka bawa setiap malam sehabis “berbelanja” itu. Hati saya jadi tercekat. Sungguh, mereka telah memberikan pelajaran yang berharga bagi saya.
Tidak sulit bagi Allah untuk membukakan jalan-jalan rezeki. Allah menyediakan beribu jalan rezeki bagi seseorang yang mau berusaha dan mau menjemputnya. Sesungguhnya Allah yang menciptakan makhluk, tentu menyediakan pula bagi mereka takaran rezekinya masing-masing. Para tetangga yang berprofesi sambilan sebagai pemulung itu, adalah salah satu contoh saja. Betapa barang-barang itu yang bagi orang lain terasa jijik untuk menyentuhnya atau menjadi barang yang terbuang sia-sia, ternyata mendatangkan keberkahan tersendiri bagi mereka. Darinya mereka bisa mempertahankan hidup, darinya mereka bisa memenuhi kebutuhan, dan darinya mereka bisa merasakan nikmatnya bersyukur. Subhanallah.
Kadang timbul rasa malu diri ini kepada mereka. Mereka yang tidak memiliki ketrampilan apa-apa, tidak makan bangku sekolahan, tidak terdidik layaknya kita, tetapi mereka lebih yakin akan jaminan rezeki dibanding kita. Banyak dari kita yang kadang stress memikirkan sumber penghasilan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Banyak pula di antara kita yang kehilangan akal sehingga terpaksa menempuh cara-cara yang tidak sesuai dengan norma agama. Andai kita tahu, sebenarnya kita hanya diperintahkan untuk berusaha atau bekerja saja. Sedangkan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Banyak atau sedikit hendaknya diterima dengan ridha. Masalah sering muncul tatkala kita menginginkan jumlah yang banyak, padahal jumlah yang banyak itu belum tentu terbaik bagi kita.
Para “pemulung” tetangga rumah saya itu, hidup tenang dan tentram karena tidak mempersoalkan kesulitan rezeki dan menyambut karunia Allah itu dengan sikap ridha. Tidak mempersoalkan rezeki bukan berarti tidak mempersoalkan berusaha. Ia adalah sebuah keharusan, dan menjadi prosedur wajib bagi datangnya rezeki. Kita dianjurkan untuk berfokus pada ketaatan dan ibadah, sebab misi itulah yang kita sandang sebagai manusia dalam kehidupan ini. Rezeki adalah otoritas Allah. Dengan berfokus pada ketaatan, maka secara otomatis, rezeki akan mengalir sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Mencari kerja (bagi mereka yang masih nganggur) adalah sebentuk ketaatan dan ibadah, mereka yang pergi berniaga ke pasar, pergi ke kantor, berkeliling menjajakan barang dagangan adalah juga sebentuk ketaatan dan ibadah, dan segala macam ikhtiar yang diniatkan kepada Allah adalah sebentuk ibadah.
Manusia yang berfokus pada ibadah dan ketaatan (berfokus pada proses) tentu beda dengan orang yang berfokus pada hasil. Mereka yang berfokus pada proses, tentu akan menjaga agar proses yang dijalani adalah benar sesuai ketentuan Allah. Sedangkan mereka yang berfokus pada hasil, boleh jadi upaya-upaya terpuji akan dike sampingkan demi meraih apa yang diimpikan.
Mereka yang berfokus pada ibadah dan ketaatan, ketika mendapat rezeki melimpah pun, mereka tetap terkendali dan tidak takabbur. Sahabat Rasulullah seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan, adalah orang-orang yang dikaruniai kekayaan dan keagungan harta oleh Allah. Namun demikian, mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw karena keagungan akhlaknya. Mereka juga dicintai orang-orang miskin karena mereka tidak takabbur dengan hartanya dan membelanjakan sebagian besar kekayaannya untuk kepentingan dakwah dan ummat.
Bila harta itu jatuh kepada mereka yang memang berorientasi kepada kekayaan semata, tentu akan lain hasilnya. Boleh jadi ia akan takabbur dan menjauh dari ibadah dan ketaatan kepada Allah. Kisah Tsa’labah di masa Rasulullah Saw dan kisah Qorun di masa Nabi Musa, adalah salah satu bukti tentang akibat dari orang-orang yang berfokus pada kekayaan semata bukan kepada ibadah atau ketaatan. Pada akhirnya mereka akan tumbang karena berdiri di atas pijakan yang lemah.
Sungguh banyak hikmah yang saya peroleh dari para “pemulung’” itu. Allah sanggup memberikan rezeki tanpa batas kepada hamba-Nya. Kaya atau miskin adalah ujian kehidupan. Jika kita berfokus pada ibadah atau ketaatan maka status itu pun menjadi kurang relevan karena bagi orang beriman baik dalam kondisi kaya atau pun miskin tetap harus mencurahkan pengabdiannya kepada Allah SWT. Kenapa bisa demikian? Karena bagi orang beriman, rezeki tanpa batas yang sebenarnya adalah bukan yang di dunia melainkan di akhirat, yaitu ketika ia dimasukkan ke dalam surga karena ibadah dan ketaatannya di dunia.
Ya Allah karuniakan kami dengan Iman, karuniakan kami dengan rezeki-Mu yang tanpa batas. Amin.
Waallahua’lam bishshawaab [rizqon_ak@eramuslim.com]
(Diambil dari eramuslim.com)
Malam itu, jalan di depan rumah saya yang biasanya ramai di waktu berangkat atau pulang sekolah/kerja, sudah mulai menyepi. Hanya ada beberapa gelintir saja kendaraan atau orang yang lalu lalang. Beberapa penjaja makanan pun sudah mulai berkurang. Tidak jauh dari rumah, nampak beberapa pedagang nasi goreng, serempak berhenti di warung indomie dengan meninggalkan gerobak di pinggir jalan. Mereka berhenti sekedar minum kopi atau menikmati gorengan setelah sekian lama berjalan menjajakan dagangan. Pemandangan itu adalah pemandangan yang sering saya lihat setiap malam, ketika hendak memasukkan kendaraan ke dalam rumah atau menutup pintu pagar.
Jalan di depan rumah saya adalah jalan yang tidak pernah sepi. Tidak jauh dari rumah ada pasar tradisional yang beroperasi 24 jam. Sementara banyak penduduk di sekitar rumah yang berprofesi sebagai pedagang di pasar atau pedagang di tempat lainyang memerlukan bahan-bahan baku dari pasar tradisional itu. Maka lalu lintas orang dan barang pun tidak pernah berhenti melewati depan rumah menuju atau pulang dari pasar. Lalu lintas kendaraan di jalan utama pun tidak pernah sepi. Banyak para pedagang di pasar tradisional itu mengambil barang kulakan dari sebuah pasar induk yang ditempuh dengan satu rit angkottrayekPondok Gede-Kampung Rambutan. Karena sumber pasokan barangberasal dari sana, maka ritme pasar tradisional itu pun mengikuti ritme pasar induk yang juga beroperasi 24 jam.
Malam itu sekitar pukul sepuluh malam, saya menyaksikan pemandangan yang cukup membuka mata dan hati saya. Beberapa orang tetangga yang baru saya kenal, berparade menentang bungkusan plastik dan beberapa barang yang tidak saya ketahui persis apa isinya. Semula saya berpikir mereka habis berbelanja “besar-besaran” untuk kebutuhan rumah tangga karena tidak jauh dari rumah memang banyak bertebaran pusat perniagaan yang menjajakan aneka barang kebutuhan. Hatipun jadi terusik dan bertanya karunia apakah gerangan yang menjadikan mereka bisa membeli barang demikian banyak itu.
Saya hanya menyapa singkat ketika mereka melewati depan rumah dan tidak begitu memperhatikan apa yang mereka bawa. Namun pemandangan yang terpotret sekilas itu menimbulkan beberapa kejanggalan atas dugaan saya yang pertama. Bungkusan yang mereka bawa itu bukanlah bungkusan plastik putih yang biasanya berlabel nama toko atau swalayan. Mereka juga tidak mengenakan pakaian sebagaimana layaknya untuk mendatangi tempat belanja. Saya bersangka baik, mereka bukan habis berbelanja dari pusat perbelanjaan melainkan habis berbelanja dari pasar tradisional itu. Toh untuk pergi ke sana tidak harus menggenakan pakaian yang bagus atau teramat sopan. Mengenakan kaos dan celana setinggi lutut pun jadi. Terlebih jika suasana hujan, tentu bagi mereka lebih praktis menggunakan busana yang ala kadarnya dan terkesan kumal karena harus berjibaku dengan tanah pasar yang becek dan kotor.
Ketika saya berjumpa, wajah mereka terpancar menyiratkan rona penuh suka cita. Belakangan saya menyadari bahwa mereka baru pulang dari memulung gelas/botol air mineral yang berserakan di sekitar pasar atau plaza. Saya mengetahuinya ketika pada suatu hari, ada mobil dengan perlengkapan timbangan gantung parkir di depan rumah. Banyak orang mengerumuni mobil dengan timbangan itu. Mereka menimbang karung berisi gelas/botol air mineral, kardus, koran atau barang loakan lainnya. Setelah dilakukan penimbangan, barang-barang itu langsung dimuat ke mobil dan ada seorang yang menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang dibeli dan diangkutnya itu.
Nuansa ceria mewarnai suasana setelah transaksi itu dilakukan. Barulah saya menyadari ternyata mereka habis bertransaksi atas barang-barang hasil pulungan, termasuk barang-barang yang mereka bawa setiap malam sehabis “berbelanja” itu. Hati saya jadi tercekat. Sungguh, mereka telah memberikan pelajaran yang berharga bagi saya.
Tidak sulit bagi Allah untuk membukakan jalan-jalan rezeki. Allah menyediakan beribu jalan rezeki bagi seseorang yang mau berusaha dan mau menjemputnya. Sesungguhnya Allah yang menciptakan makhluk, tentu menyediakan pula bagi mereka takaran rezekinya masing-masing. Para tetangga yang berprofesi sambilan sebagai pemulung itu, adalah salah satu contoh saja. Betapa barang-barang itu yang bagi orang lain terasa jijik untuk menyentuhnya atau menjadi barang yang terbuang sia-sia, ternyata mendatangkan keberkahan tersendiri bagi mereka. Darinya mereka bisa mempertahankan hidup, darinya mereka bisa memenuhi kebutuhan, dan darinya mereka bisa merasakan nikmatnya bersyukur. Subhanallah.
Kadang timbul rasa malu diri ini kepada mereka. Mereka yang tidak memiliki ketrampilan apa-apa, tidak makan bangku sekolahan, tidak terdidik layaknya kita, tetapi mereka lebih yakin akan jaminan rezeki dibanding kita. Banyak dari kita yang kadang stress memikirkan sumber penghasilan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Banyak pula di antara kita yang kehilangan akal sehingga terpaksa menempuh cara-cara yang tidak sesuai dengan norma agama. Andai kita tahu, sebenarnya kita hanya diperintahkan untuk berusaha atau bekerja saja. Sedangkan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Banyak atau sedikit hendaknya diterima dengan ridha. Masalah sering muncul tatkala kita menginginkan jumlah yang banyak, padahal jumlah yang banyak itu belum tentu terbaik bagi kita.
Para “pemulung” tetangga rumah saya itu, hidup tenang dan tentram karena tidak mempersoalkan kesulitan rezeki dan menyambut karunia Allah itu dengan sikap ridha. Tidak mempersoalkan rezeki bukan berarti tidak mempersoalkan berusaha. Ia adalah sebuah keharusan, dan menjadi prosedur wajib bagi datangnya rezeki. Kita dianjurkan untuk berfokus pada ketaatan dan ibadah, sebab misi itulah yang kita sandang sebagai manusia dalam kehidupan ini. Rezeki adalah otoritas Allah. Dengan berfokus pada ketaatan, maka secara otomatis, rezeki akan mengalir sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Mencari kerja (bagi mereka yang masih nganggur) adalah sebentuk ketaatan dan ibadah, mereka yang pergi berniaga ke pasar, pergi ke kantor, berkeliling menjajakan barang dagangan adalah juga sebentuk ketaatan dan ibadah, dan segala macam ikhtiar yang diniatkan kepada Allah adalah sebentuk ibadah.
Manusia yang berfokus pada ibadah dan ketaatan (berfokus pada proses) tentu beda dengan orang yang berfokus pada hasil. Mereka yang berfokus pada proses, tentu akan menjaga agar proses yang dijalani adalah benar sesuai ketentuan Allah. Sedangkan mereka yang berfokus pada hasil, boleh jadi upaya-upaya terpuji akan dike sampingkan demi meraih apa yang diimpikan.
Mereka yang berfokus pada ibadah dan ketaatan, ketika mendapat rezeki melimpah pun, mereka tetap terkendali dan tidak takabbur. Sahabat Rasulullah seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan, adalah orang-orang yang dikaruniai kekayaan dan keagungan harta oleh Allah. Namun demikian, mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw karena keagungan akhlaknya. Mereka juga dicintai orang-orang miskin karena mereka tidak takabbur dengan hartanya dan membelanjakan sebagian besar kekayaannya untuk kepentingan dakwah dan ummat.
Bila harta itu jatuh kepada mereka yang memang berorientasi kepada kekayaan semata, tentu akan lain hasilnya. Boleh jadi ia akan takabbur dan menjauh dari ibadah dan ketaatan kepada Allah. Kisah Tsa’labah di masa Rasulullah Saw dan kisah Qorun di masa Nabi Musa, adalah salah satu bukti tentang akibat dari orang-orang yang berfokus pada kekayaan semata bukan kepada ibadah atau ketaatan. Pada akhirnya mereka akan tumbang karena berdiri di atas pijakan yang lemah.
Sungguh banyak hikmah yang saya peroleh dari para “pemulung’” itu. Allah sanggup memberikan rezeki tanpa batas kepada hamba-Nya. Kaya atau miskin adalah ujian kehidupan. Jika kita berfokus pada ibadah atau ketaatan maka status itu pun menjadi kurang relevan karena bagi orang beriman baik dalam kondisi kaya atau pun miskin tetap harus mencurahkan pengabdiannya kepada Allah SWT. Kenapa bisa demikian? Karena bagi orang beriman, rezeki tanpa batas yang sebenarnya adalah bukan yang di dunia melainkan di akhirat, yaitu ketika ia dimasukkan ke dalam surga karena ibadah dan ketaatannya di dunia.
Ya Allah karuniakan kami dengan Iman, karuniakan kami dengan rezeki-Mu yang tanpa batas. Amin.
Waallahua’lam bishshawaab [rizqon_ak@eramuslim.com]
Jumat, 04 Juli 2008
(mau kasih judul apa ya?)
Bro, ada kabar terbaru nih (walau gak baru-baru amat sie..), Alhamdulillah kelurga besar kita nambah lagi dengan lahirnya anak dari leleh (tepatnya aku lupa), yang pasti mereka saat ini sedang berbahagia. Selamat ya... (bahkan namanya juga aku belum tau, soalna kita juga dah lama gak ngumpul lagi nie...). Woi.... temen-temen pusat kapan ngumpul dong???
Dan menurut rencananya andriyanto -kondor- bakalan menikah di hari ulang tahun kemerdekaan indonesia tahun ini!!! we..... kita tunggu undangannya aja ya...
Dan menurut rencananya andriyanto -kondor- bakalan menikah di hari ulang tahun kemerdekaan indonesia tahun ini!!! we..... kita tunggu undangannya aja ya...
Rabu, 02 Juli 2008
Tampilan yang tak berubah
huah.... pasti dah pada bosen ngeliat blog yang gak berubah-ubah selama satu bulan ini. Aku gak tau gimana ngejelasinnya, tapi emang begitu lah adanya. Bermula dari koneksi internet kantor yang kayak kura-kura (karena saking banyak yang make, lha wong satu kantor pusat, :(, akhirnya lama-lama timbul juga rasa males... huah... tu kan ...
tapi aku akan terus mencoba dan mencoba semoga blog ini gak jalan di tempat terus. doakan semua ya teman-teman.... BANZAI!!!!
tapi aku akan terus mencoba dan mencoba semoga blog ini gak jalan di tempat terus. doakan semua ya teman-teman.... BANZAI!!!!
Kamis, 05 Juni 2008
Coca Cola
(posted by abdurrazaq)
Dari pada pusing mikirin tim KPU yang menelanjangi bea cukai lebih baik kita benahi pribadi masing-masing boz... ada kata bijak.. "jadilah yang terbaik dilingkungan Saudara"..
Coca cola...
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.
Ketika tiba harinya, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 25.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda !!!.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil-kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang> sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA..
Nah , Bagimana dengan lingkungan anda ? Yang membuat cemerlang atau malah membuat kerdil ?
Dari pada pusing mikirin tim KPU yang menelanjangi bea cukai lebih baik kita benahi pribadi masing-masing boz... ada kata bijak.. "jadilah yang terbaik dilingkungan Saudara"..
Coca cola...
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.
Ketika tiba harinya, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 25.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda !!!.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil-kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang> sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA..
Nah , Bagimana dengan lingkungan anda ? Yang membuat cemerlang atau malah membuat kerdil ?
Jumat, 30 Mei 2008
KPK Temukan Ratusan Juta
(Berita diambil dari www.seputar-indonesia.com)
Saturday, 31 May 2008
INSPEKSI MENDADAK Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu ruangan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Dalam penggeledahan itu, petugas KPK menemukan uang ratusan juta rupiah.
JAKARTA(SINDO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang Rp300 juta yang diduga sebagai suap saat penggeledahan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok,Jakarta Utara,kemarin. Selain menyita uang,KPK memeriksa 80 pegawai Bea dan Cukai dengan dugaan menerima suap.
Penggeledahan ini dilakukan sejak pukul 15.00 WIB, dan hingga pukul 23.30 WIB tadi malam masih berlangsung. Mengenai perincian uang sebanyak Rp300 juta tersebut,Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin belum bisa memaparkan karena hingga tadi malam masih dihitung. Penggeledahan yang melibatkan 45 orang tim KPK dipimpin langsung M Jasin dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M Hamzah.
Tim ini berangkat dari Gedung KPK di Jalan Rasuna Said sejak pukul 10.00 WIB.Namun,penggeledahan baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan, informasi yang dihimpun SINDO, pekan lalu tim KPK telah melakukan pemantauan di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. ”Sebelumnya sudah kita pelajari modus operandinya,” kata Chandra di Gedung KPK Jakarta kemarin. M Jasin menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi jalannya reformasi birokrasi di Departemen Keuangan,khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sebagaimana diberitakan, reformasi birokrasi di Departemen Keuangan telah berjalan sejak September 2007 dan telah menghabiskan anggaran Rp4,3 triliun, untuk perbaikan sistem serta remunerasi pejabat dan pegawai. Dalam penggeledahan,KPK memeriksadokumenkerjapegawaiyangbertugas di unit pelayanan jalur hijau dan jalur merah. Jalur hijau yang terletak di lantai satu adalah pelayanan importir dengan kredibilitas tepercaya.
Sementara jalur merah yang berada di lantai empat, dokumen dan fisik barang harus diperiksa lebih dulu. Dari hasil penggeledahan, KPK menemukan sejumlah dokumen dan uang. ”Kita dapatkan beberapa amplop yang berasal dari perusahaan atau PT (perseroan terbatas). Ditulis di situ nomor dokumen dan uang makan,”kata Jasin di Jakarta kemarin. Jasin mengungkapkan, amplop yang ditemukan berisi uang dalam jumlah bervariasi, seperti Rp14 juta, Rp9 juta, Rp8 juta, dan Rp5 juta.
Selain dalam bentuk rupiah, uang yang diduga uang suap dalam rangka memuluskan pengurusan impor, juga berbentuk dolar. ”Ini belum termasuk yang transfer, karena ada bukti transfer Rp47 juta dan Rp57juta. Itu sedang kita periksa bukti transfernya dari mana,”ujar Jasin. Dari 80 orang yang diperiksa, 30 di antaranya berada di kantor pengurusan jalur hijau dan 50 di antaranya berada di kantor kepengurusan jalur merah.
Selain menggeledah meja pelayanan, KPK juga memeriksa tiga mobil milik pegawai Bea dan Cukai yang dicurigai sebagai tempat menyimpan uang suap.
Melalui Pihak Ketiga
Penggeledahan yang dilakukan KPK,menurut Jasin, hanya untuk petugas fungsional pencatat dokumen. Sementara untuk pegawai struktural, KPK tidak melakukan penggeledahan. Menurut Jasin, budaya suap justru banyak terjadi di garis depan pengurusan dokumen. Mereka adalah pegawai yang bersentuhan langsung dengan pengusaha yang mengurus dokumen impor.Untuk melihat perilaku koruptif pegawai di Bea dan Cukai, KPK telah melakukan pemantauan sejak beberapa bulan lalu.
Ternyata, modus suap yang digunakan cukup lihai dengan melalui pihak ketiga. ”Potensi (suap) yang ada justru di frontline yang menerima. Modus operandinya melalui kurir, satpam, cleaning service. Jadi tidak langsung diterima,”ujarnya. Jasin menambahkan,hasil penggeledahan ini akan diserahkan ke bagian pengawasan Bea dan Cukai.
Namun, tidak tertutup kemungkinan dari hasil penggeledahan dan klarifikasi terhadap pegawai,ada kasus penerimaan uang yang diteruskan ke bagian penindakan. Kalau ada indikasi korupsi dan dilakukan penyelenggara negara, KPK bisa saja menyelidiki adanya tindak pidana korupsi. Kalau tindak pidana dilakukan swasta maka akan diserahkan ke polisi, dan kalau pelanggarannya administrasi maka tindakannya oleh pemantau internal dibantu KPK.
”Akan kita lacak terus,” kata Jasin. Senada dengan Jasin, Chandra menegaskan bahwa hasil penggeledahan bisa saja memiliki unsur tindak pidana. Namun,hingga tadi malam, KPK belum bisa menyimpulkan hasil penggeledahan karena harus terlebih dahulu dievaluasi. ”Nanti akan kita lihat dari dokumendokumen itu,”kata Chandra.
Reformasi Internal
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, pihaknya menyambut baik inspeksi mendadak yang dilakukan KPK karena Bea Cukai sedang menerapkan reformasi birokrasi di bidang kepatuhan internal. Anwar menambahkan, sebelum kantor pelayanan utama dibuka pada 2007, perputaran pungutan liar di Bea dan Cukai Tanjung Priok mencapai Rp12 miliar per bulan.
Namun, jumlah itu hingga tahun ini cenderung mengalami penurunan yang signifikan. ”Kami harap importir dan instansi lain jangan main-main dengan kami karena ada KPK yang mendukung kami, ”tegasnya. Dia juga menjelaskan, reformasi birokrasi dilakukan antara lain dengan pemecatan tidak hormat terhadap sembilan pegawai dua tahun terakhir.
Total hukuman bagi pegawai indisipliner pada dua tahun ini dengan jenis hukuman, di antaranya teguran lisan, penurunan gaji, dan penurunan pangkat yang mencapai 89 kasus.”Namun, ada 35 pegawai kami yang mendapatkan penghargaan karena berprestasi,”jelasnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mendukung langkah KPK dalam membenahi unit layanan di beberapa instansi.
Hal itu sangat penting mengingat upaya pemberantasan korupsi membutuhkan pengawasan dan penuntasan secara berkesinambungan. ”Inspeksi mendadak merupakan satu langkah strategis yang perlu dilakukan,di antaranya pada departemendepartemen yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat. Ini penting,” kata Aziz kemarin. Sementara itu,Koordinator Bidang Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho berharap KPK tidak hanya melakukan inspeksi mendadak.
Namun, ada tindak lanjut secara nyata menyangkut hasil temuan yang didapat. Emerson menambahkan, KPK diharapkan lebih intensif melakukan upaya-upaya pembenahan.Tidak hanya di satu lembaga, tapi meliputi seluruh institusi yang ada. (neneng zubaidah/rijan irnando purba/m purwadi)
Saturday, 31 May 2008
INSPEKSI MENDADAK Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu ruangan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Dalam penggeledahan itu, petugas KPK menemukan uang ratusan juta rupiah.
JAKARTA(SINDO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang Rp300 juta yang diduga sebagai suap saat penggeledahan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok,Jakarta Utara,kemarin. Selain menyita uang,KPK memeriksa 80 pegawai Bea dan Cukai dengan dugaan menerima suap.
Penggeledahan ini dilakukan sejak pukul 15.00 WIB, dan hingga pukul 23.30 WIB tadi malam masih berlangsung. Mengenai perincian uang sebanyak Rp300 juta tersebut,Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin belum bisa memaparkan karena hingga tadi malam masih dihitung. Penggeledahan yang melibatkan 45 orang tim KPK dipimpin langsung M Jasin dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M Hamzah.
Tim ini berangkat dari Gedung KPK di Jalan Rasuna Said sejak pukul 10.00 WIB.Namun,penggeledahan baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan, informasi yang dihimpun SINDO, pekan lalu tim KPK telah melakukan pemantauan di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. ”Sebelumnya sudah kita pelajari modus operandinya,” kata Chandra di Gedung KPK Jakarta kemarin. M Jasin menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi jalannya reformasi birokrasi di Departemen Keuangan,khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sebagaimana diberitakan, reformasi birokrasi di Departemen Keuangan telah berjalan sejak September 2007 dan telah menghabiskan anggaran Rp4,3 triliun, untuk perbaikan sistem serta remunerasi pejabat dan pegawai. Dalam penggeledahan,KPK memeriksadokumenkerjapegawaiyangbertugas di unit pelayanan jalur hijau dan jalur merah. Jalur hijau yang terletak di lantai satu adalah pelayanan importir dengan kredibilitas tepercaya.
Sementara jalur merah yang berada di lantai empat, dokumen dan fisik barang harus diperiksa lebih dulu. Dari hasil penggeledahan, KPK menemukan sejumlah dokumen dan uang. ”Kita dapatkan beberapa amplop yang berasal dari perusahaan atau PT (perseroan terbatas). Ditulis di situ nomor dokumen dan uang makan,”kata Jasin di Jakarta kemarin. Jasin mengungkapkan, amplop yang ditemukan berisi uang dalam jumlah bervariasi, seperti Rp14 juta, Rp9 juta, Rp8 juta, dan Rp5 juta.
Selain dalam bentuk rupiah, uang yang diduga uang suap dalam rangka memuluskan pengurusan impor, juga berbentuk dolar. ”Ini belum termasuk yang transfer, karena ada bukti transfer Rp47 juta dan Rp57juta. Itu sedang kita periksa bukti transfernya dari mana,”ujar Jasin. Dari 80 orang yang diperiksa, 30 di antaranya berada di kantor pengurusan jalur hijau dan 50 di antaranya berada di kantor kepengurusan jalur merah.
Selain menggeledah meja pelayanan, KPK juga memeriksa tiga mobil milik pegawai Bea dan Cukai yang dicurigai sebagai tempat menyimpan uang suap.
Melalui Pihak Ketiga
Penggeledahan yang dilakukan KPK,menurut Jasin, hanya untuk petugas fungsional pencatat dokumen. Sementara untuk pegawai struktural, KPK tidak melakukan penggeledahan. Menurut Jasin, budaya suap justru banyak terjadi di garis depan pengurusan dokumen. Mereka adalah pegawai yang bersentuhan langsung dengan pengusaha yang mengurus dokumen impor.Untuk melihat perilaku koruptif pegawai di Bea dan Cukai, KPK telah melakukan pemantauan sejak beberapa bulan lalu.
Ternyata, modus suap yang digunakan cukup lihai dengan melalui pihak ketiga. ”Potensi (suap) yang ada justru di frontline yang menerima. Modus operandinya melalui kurir, satpam, cleaning service. Jadi tidak langsung diterima,”ujarnya. Jasin menambahkan,hasil penggeledahan ini akan diserahkan ke bagian pengawasan Bea dan Cukai.
Namun, tidak tertutup kemungkinan dari hasil penggeledahan dan klarifikasi terhadap pegawai,ada kasus penerimaan uang yang diteruskan ke bagian penindakan. Kalau ada indikasi korupsi dan dilakukan penyelenggara negara, KPK bisa saja menyelidiki adanya tindak pidana korupsi. Kalau tindak pidana dilakukan swasta maka akan diserahkan ke polisi, dan kalau pelanggarannya administrasi maka tindakannya oleh pemantau internal dibantu KPK.
”Akan kita lacak terus,” kata Jasin. Senada dengan Jasin, Chandra menegaskan bahwa hasil penggeledahan bisa saja memiliki unsur tindak pidana. Namun,hingga tadi malam, KPK belum bisa menyimpulkan hasil penggeledahan karena harus terlebih dahulu dievaluasi. ”Nanti akan kita lihat dari dokumendokumen itu,”kata Chandra.
Reformasi Internal
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, pihaknya menyambut baik inspeksi mendadak yang dilakukan KPK karena Bea Cukai sedang menerapkan reformasi birokrasi di bidang kepatuhan internal. Anwar menambahkan, sebelum kantor pelayanan utama dibuka pada 2007, perputaran pungutan liar di Bea dan Cukai Tanjung Priok mencapai Rp12 miliar per bulan.
Namun, jumlah itu hingga tahun ini cenderung mengalami penurunan yang signifikan. ”Kami harap importir dan instansi lain jangan main-main dengan kami karena ada KPK yang mendukung kami, ”tegasnya. Dia juga menjelaskan, reformasi birokrasi dilakukan antara lain dengan pemecatan tidak hormat terhadap sembilan pegawai dua tahun terakhir.
Total hukuman bagi pegawai indisipliner pada dua tahun ini dengan jenis hukuman, di antaranya teguran lisan, penurunan gaji, dan penurunan pangkat yang mencapai 89 kasus.”Namun, ada 35 pegawai kami yang mendapatkan penghargaan karena berprestasi,”jelasnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mendukung langkah KPK dalam membenahi unit layanan di beberapa instansi.
Hal itu sangat penting mengingat upaya pemberantasan korupsi membutuhkan pengawasan dan penuntasan secara berkesinambungan. ”Inspeksi mendadak merupakan satu langkah strategis yang perlu dilakukan,di antaranya pada departemendepartemen yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat. Ini penting,” kata Aziz kemarin. Sementara itu,Koordinator Bidang Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho berharap KPK tidak hanya melakukan inspeksi mendadak.
Namun, ada tindak lanjut secara nyata menyangkut hasil temuan yang didapat. Emerson menambahkan, KPK diharapkan lebih intensif melakukan upaya-upaya pembenahan.Tidak hanya di satu lembaga, tapi meliputi seluruh institusi yang ada. (neneng zubaidah/rijan irnando purba/m purwadi)
Sabtu, 24 Mei 2008
Gagal Maning, gagal maning...
Rencananya akan ada pertemuan rutin angkatan kemarin. Tapi.... berhubung persiapan yang tidak matang makanya batal deh... Padahal Edi Gusbedi Paramean dan Marius lagi ada di Jakarta saat ini, karena lagi pada Diklat di Bogor. Jadi kapan ya pertemuan lagi???
Jumat, 02 Mei 2008
Look This Picture....

Apa yang kalian bayangkan ketika melihat foto ini?? jangan senyum-senyum sendiri!!! ntar dikirain gila, hehehe
Aku nemuin foto ini waktu browsing Friendster n ngeliat profilenya boelex... Kezam dia, kemaren katanya gak sempet upload foto kenangan selama prodip eh ternyata dipasang sendiri (sorry bro, just kidding, :)). Yah paling tidak sekarang kalian dan bisa ngeliat satu dari sekian kenangan kita.. ada yang mau menambahkan????
Oh ya, buat yang punya account Friendster mari kita gabung di group prodip mks, caranya : liat aja fs ku di setia handaya terus join group di prodip mks, ada cara yang lebih mudah sih tapi sedikit repot, aku harus nge add satu-satu, sambil jalan aja lah ya....
Kura - Kura dan Kelinci
Untuk menggambarkan hebatnya team work, salah satu rekan saya
mendongengkan kisah kehidupan dua binatang yakni kura-kura dan kelinci. Suatu
ketika, kelinci mengajak balap lari dengan kura-kura. Pertandingan pun
dimulai. Kelinci langsung memimpin jauh di depan kura-kura. Tiba-tiba
kelinci menoleh ke belakang, dilihatnya kura-kura masih tertinggal jauh di
belakang. Karena sudah merasa menang, kelinci berhenti berlari. Sang
pemakan wortel ini malah duduk-duduk santai, tidur-tiduran dan akhirnya
tertidur.
Pelan namun pasti kura-kura tetap berlari. Bahkan kura-kura mampu
melewati sang kelinci yang sedang tertidur. Kura-kura pun menang dan mampu
mengalahkan sang kelinci.
Merasa malu dirinya dikalahkan oleh kura-kura yang kemampuan larinya
jauh lebih lambat, kelinci menangis. Kura-kura pun datang menghibur
kelinci sambil berkata ?lain kali kamu harus hati-hati dengan falsafah
kehidupan kami, alon-alon asal klakon (pelan namun pasti)?
Kelinci menantang diadakannya pertandingan ulang. Kura-kura pun setuju.
Begitu aba-aba start dimulai, kelinci langsung berlari
sekencang-kencangnya. Kali ini, binatang bertelinga panjang itu mengerahkan semua
kemampuannya dan fokus pada garis finis. Dia tidak lagi menoleh ke belakang
dan duduk-duduk santai.Pertandingan ulang itupun dimenangkan kelinci.
Kura-kura mengucapkan selamat kepada kelinci sambil mengatakan
?falsafah alon-alon asal klakon bisa dikalahkan dengan kesungguhan, semangat
dan fokus pada tujuan akhir yang hendak dicapai.?
Wah kedudukan satu-satu ya? seru kura-kura. Untuk menentukan
pemenangnya pertandingan di gelar kembali. Kali ini kura-kura meminta kepada
kelinci agar kura-kura yang menentukan rute pertandingan. Merasa bahwa
kemampuan larinya jauh lebih cepat dibandingkan kura-kura iapun menyetujui
tawaran kura-kura itu.
Pertandingan dimulai. Sang kelinci langsung memimpin pertandingan.
Namun di tengah perjalanan kelinci berhenti karena ternyata rute yang harus
dilewati adalah sungai yang sangat lebar. Maka sampailah kura-kura di
tepian sungai itu dan menyapa sang kelinci yang sedang gelisah ?maaf ya
saya nyeberang duluan.? Dipertandingan ke tiga ini kura-kuralah yang
menjadi pemenang. Untuk yang kedua kalinya kelinci menangis.
Kura-kura mendatangi kelinci. Sambil terisak kelinci berkata kepada
kura-kura ?ternyata kalau kita ingin memenangkan pertandingan kita harus
bersaing sesuai dengan core competence kita ya.?
Untuk menghibur kelinci kura-kura kemudian memberikan tawaran kepada
kelinci. ?Bagaimana kalau kita berlomba lagi. Kali ini, tidak ada yang
kalah, semuanya menang. Caranya, ketika di darat kamu gendong saya.
Ketika di sungai saya gendong kamu? kata kura-kura. Kelinci menyetujui
tawaran kura-kura.
Ternyata di pertandingan ke empat ini, waktu tempuhnya jauh lebih cepat
dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Akhirnya, kedua binatang
itu sepakat bahwa kerja sama antar core competence yang berbeda akan
menghasilkan prestasi yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting lagi,
tidak ada yang merasa dikalahkan.
Posted By. Abdurrazaq
Rabu, 30 April 2008
from macazzart with all our memories
Weleh... ada sebuah email lagi nih prends dari boeloex :
alloww.. temen2 semua, yang di ujung barat sampai ujung timur indonesia
he he..
liat pic kalian2 lg pada ngumpul jd pengin banget ikutan, sayang aku
masih berada di ujung kaki sulawesi
jadi dengan terpaksa dan sangat terpaksa harus merelakan untuk tidak
ikutan dulu dalam kebersamaan kalian
btw-anymay, sabtu minggu kemarin aku sempet bongkar barang2ku yang
tersisa di makassar dua setengah tahun yLL
gak sengaja aku nemuin banyak pic2 kita mulai dari waktu pada botak2 ke
bantimurung, sumpah pns sampai (sedikit) pd waktu kita samapta,
termasuk yg pada sempet jalan ke dufan wktu itu. tp sory aku belum bisa add
ke blog.
oh ya, buat temen2 yg sering main YM! yg belum add contact-ku tolong di
add yach
great_rn@yahoo.com
ato kalo yg lebih suka pake gTalk here i'm greatsa3@gmail.com
alloww.. temen2 semua, yang di ujung barat sampai ujung timur indonesia
he he..
liat pic kalian2 lg pada ngumpul jd pengin banget ikutan, sayang aku
masih berada di ujung kaki sulawesi
jadi dengan terpaksa dan sangat terpaksa harus merelakan untuk tidak
ikutan dulu dalam kebersamaan kalian
btw-anymay, sabtu minggu kemarin aku sempet bongkar barang2ku yang
tersisa di makassar dua setengah tahun yLL
gak sengaja aku nemuin banyak pic2 kita mulai dari waktu pada botak2 ke
bantimurung, sumpah pns sampai (sedikit) pd waktu kita samapta,
termasuk yg pada sempet jalan ke dufan wktu itu. tp sory aku belum bisa add
ke blog.
oh ya, buat temen2 yg sering main YM! yg belum add contact-ku tolong di
add yach
great_rn@yahoo.com
ato kalo yg lebih suka pake gTalk here i'm greatsa3@gmail.com
Sabtu, 26 April 2008
Kabar dari Malang
Prend, minggu lalu (19 sd 20 April 2008) Aku ke Malang ke tempatnya Narko, acaranya menjenguk sekaligus tamasya (hehehehe, sekalian jalan-jalan maksudnya). Pada saat aku kesana kondisinya sudah agak membaik tapi masih perlu proses untuk penyembuhannya. Tadinya dia hanya dirawat dirumah saja (rawat jalan), tapi berhubung sembuhnya jadi lama akhirnya beberapa hari yang lalu (kalo tidak salah hari rabu) akhirnya di mau untuk dirawat dirumah sakit, tapi bukan di Malang melainkan di Tulungagung. Yah... mari kita sama-sama berdoa demi kesembuhannya.
By the way, selama aku disana, sempet maen-maen ke waduk selorejo (yang memang tempatnya di desanya narko). Hawanya yang pasti disana dingin... bayangin aja airnya dinginnya kayak air es yang baru dikeuarkan dari kulkas...
Rencananya si Mbenks ama jono mau ketemuan juga disana, tapi sampe aku bertolak ke kediri (transit di tempatnya Hamid untuk pulang) hari minggu 20 April 2008, mereka blum nongol juga batanghidungnya apalagi mukanya... hehe, padahal aku pengen lihat bagaimana mbenks dan jono sekarang yak?? apa masih seperti yang dulu??? kita tunggu aja kabar dari mereka...
By the way, selama aku disana, sempet maen-maen ke waduk selorejo (yang memang tempatnya di desanya narko). Hawanya yang pasti disana dingin... bayangin aja airnya dinginnya kayak air es yang baru dikeuarkan dari kulkas...
Rencananya si Mbenks ama jono mau ketemuan juga disana, tapi sampe aku bertolak ke kediri (transit di tempatnya Hamid untuk pulang) hari minggu 20 April 2008, mereka blum nongol juga batanghidungnya apalagi mukanya... hehe, padahal aku pengen lihat bagaimana mbenks dan jono sekarang yak?? apa masih seperti yang dulu??? kita tunggu aja kabar dari mereka...
Jumat, 11 April 2008
Mohon Do'a...
Mungkin minggu akhir-akhir ini banyak berita kurang menyenangkan dari angkatan kita. Beberapa orang teman angkatan kita sedang sakit. Sunarko terkena penyakit liver sudah hampir 3 minggu ini. Sampai berita ini diturunkan wajah dan tubuh masih kekuningan, tapi gatal dan perih dikulit sudah berkurang. Dia pun sampai saat ini belum masuk kantor.
Berita terbaru datang dari teman-teman yang diklat pengelolaan APBN mengalami sakit. Ramon, boy sempet nge drop kondisinya, yang lebih parah adalah Ardi yang samapi saat ini masih terbaring di RS Rawamangun karena terkena Demam Berdarah + Typus.
Untuk itu mohon do'a seluruh teman-teman semuanya untuk kesembuhan mereka... Amin...
Berita terbaru datang dari teman-teman yang diklat pengelolaan APBN mengalami sakit. Ramon, boy sempet nge drop kondisinya, yang lebih parah adalah Ardi yang samapi saat ini masih terbaring di RS Rawamangun karena terkena Demam Berdarah + Typus.
Untuk itu mohon do'a seluruh teman-teman semuanya untuk kesembuhan mereka... Amin...
Jumat, 04 April 2008
Upload...

Setelah sekian lama akhirnya bisa upload berita lagi. Sebelumnya aku mo minta maaf dulu nih buat teman-tean yang mungkin nunggu-nunggu beritanya (emang ada ya?, hehe). Begini ceritanya, sebenarnya semuanya udah siap dari hari seninyang lalu, namun apa daya, koneksi internet di kantor lagi gangguan dan dah bolak-balik ke warnet, warnetnya lagi eror, dia gak bisa buka blogger sebagi induk blog ini. Tapi syukurlah akhirnya hari ini (sabtu, 05/04/08) disela-sela kesibukan menerima dokumen akhirnya blog ini bisa kembali keisi.
Tau gak prends, pertemuan yang lalu seru banget. Mulanya sih biasa saja (halah kayak lagu), tapi asyik. Kita ketemuan di kantor pusat hari minggu pagi trus berangkat dengan 2 mobil (1 mobnas dan 1 sewa), dari kantor pusat kita berangkat ber 12 (aku, hendro, ardi, budi, eko+istri, leleh+istri, ramon, abaz+istri, zack), yang gak bsa ikutan sandi (anaknya lagi sakit katanya), agus pur (lagi di bogor), arif (pulang kampung), narko (lagi sakit liver!, mari sama-sama berdoa demi kesembuhannya), ali (anaknya lagi sakit). kita berangkat kurang lebih jam 09.00 karena memang harus menjemput istrinya zack (insya Allah, ditunggu aja ya), trus nyamperin yayat baru deh ke ocean park di Bumi Serpong Damai.
Begitu nyampe OP disana sudah ada dedi ama nazuwir, trus kita langsung masuk deh... langsung ke permainan-permainan yang ada di dalam OP, pokoknya seru deh... gak berapa lama nazuwir ama dedi dan budi pergi ke bandara untuk njemput boy, sementara yang lain masih terus bermain. kira-kira jam setengah 2 kita udahan dan mencari tempat makan di daerah kebon nanas.
Disitu kita ngumpul semuanya termasuk boy yang barusan dijemput. Selama makan, banyak cerita seru bermunculan, mulai dari nostalgia masa kuliah sampe keadaan sekarang ini. Pokoknya yang gak ikutan nyesel deh... setelah makan ya balik lagi deh ketempat masing-masing
Btw ada yang agak nyeleneh diantara kegiatan kemarin, mau tau???? tunggu posting berikutnya ya...
Sabtu, 22 Maret 2008
Mau Ketemuan lagi nih
Setelah libur panjang yang menyenangkan dan kembali kepada kesibukan masing-masing, kaya'nya temen-temen punya banyak cerita nih... Makanya ayo kita semua sharing berbagai kegiatan diacara rutin dua bulanan yang untuk pertemuan ini sengaja dibuat agak spesial, kenapa????
Pertemuan ini harusnya untuk bulan April tapi berhubung ada Ramon, Dedi (sunthil) dan Boy yang lagi berkunjung ke Ibukota RI maka pertemuannya pun dipercepat. Dan yang spesial lagi, tempatnya gak ditempat biasa tapi di Waterboom BSD, yah... itung-itung sambil belajar berenan bagi yang belum bisa, hehehehe.
Yang pada mau ikutan ditunggu hari minggu 30 Maret 2008 jam 06.30 di Kantor Pusat DJBC. on time ya... biar gak kesiangan ke BSD nya... Untuk temen-temen yang gak bisa ikut, tunggu aja ceritanya di Blog ini ya.... hehehe
Pertemuan ini harusnya untuk bulan April tapi berhubung ada Ramon, Dedi (sunthil) dan Boy yang lagi berkunjung ke Ibukota RI maka pertemuannya pun dipercepat. Dan yang spesial lagi, tempatnya gak ditempat biasa tapi di Waterboom BSD, yah... itung-itung sambil belajar berenan bagi yang belum bisa, hehehehe.
Yang pada mau ikutan ditunggu hari minggu 30 Maret 2008 jam 06.30 di Kantor Pusat DJBC. on time ya... biar gak kesiangan ke BSD nya... Untuk temen-temen yang gak bisa ikut, tunggu aja ceritanya di Blog ini ya.... hehehe
Selasa, 04 Maret 2008
Hot News....
Sori prends-prends semuanya, saya baru bisa 'nyambangi' kalian semua lagi di blog ini. Bukan apa-apa, soalnya komputerku di kantor yang biasanya bisa online 24 jam, lagi dipake ma senior, jadi ya... aku yang ngalah lah dan sekarang deh baru sempet nongol lagi.
O ya, kemaren (hari minggu, 02 Maret 2008) baru diadakan pertemuan rutin (yang tadinya di jadwalkan di tempatnya zack) di kediaman barunya nazuwir sekaligus syukuran menempati rumah baru + aqiqahan (kalo' gak salah).
Yang dateng, ada budiman, zack, ardi, abas + istrinya, leleh + istrinya, aku, hendro agus pur, dan tentunya keluarganya nazuwir lah... :) sang bendahara absen datang lantaran lagi cuti pulang kampung, ali sakit, arif pulang, dodi dan sandi gak jelas. Tapi walaupun bendahara gak datang tagihan tetep dateng lah, kemaren terkumpul 1.440.000 dipotong biaya pengeluaran (sewa mobil, solar, etc) jadinya tinggal 1.105.000. tapi saldo kas masih banyak kok, dibendahara masih 1 juta lebih belum lagi yang belum pada bayar, :).
oya ada sedikit info buat temen-temen semua :
bagi yang sudah lulus d3 dan ingin mengikuti UPKP IV segera hub ardi, pengusulan paling lambat tanggal 20 maret ini, makanya buruan...
Minggu, 03 Februari 2008
Ngumpul-ngumpulnya Batal deh....
Hari minggu, 03 Pebruari 08, harusnnya pada ngumpul nih anak-anak prodip 1 STAN angkatan VII Makassar di Ancol, tapi berhubung 'JAKARTA TERAPUNG', di tambah pula suasana yang senantiasa mendung, gerimis hingga hujan dan angin... maka pertemuannya di tunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Menurut koordinator Kantor pusat (yang pada saat ditelepon daerahnya sudah hujan), memang ada beberapa teman yang kesulitan untuk bisa hadir karen alasan terjebak banjir dan pulang kampung,jadi ya daripada dipaksain untuk ngumpul tapi orangnya dikit ya mending di tunda aza katanya...
So yang di daerah harap maklum ye....
Menurut koordinator Kantor pusat (yang pada saat ditelepon daerahnya sudah hujan), memang ada beberapa teman yang kesulitan untuk bisa hadir karen alasan terjebak banjir dan pulang kampung,jadi ya daripada dipaksain untuk ngumpul tapi orangnya dikit ya mending di tunda aza katanya...
So yang di daerah harap maklum ye....
Jumat, 01 Februari 2008
Lagi-lagi ngumpul
Kabar buat temen-temen angkatan yang ada di Jakarta dan sekitarnya, kegiatan kumpul-kumpul kita bulan ini akan dilaksanakan besok minggu (03 Pebruari 2008) bertempat di Ancol dengan EO yang bertanggung jawab, Abdurrazaq Aghni. Yang belum tau tempatnya bisa berangkat bareng dari KP DJBC, kumpul jam 08 pagi disana. Buat yang tidak bisa dateng harap konfirmasi ke Yayat, atao setia.
Temen yang di Daerah yang pengen ikutan juga gak papa, :) kalo gak bisa tunggu aja berita ter updatenya di bolog ini, ok..
Temen yang di Daerah yang pengen ikutan juga gak papa, :) kalo gak bisa tunggu aja berita ter updatenya di bolog ini, ok..
Jumat, 25 Januari 2008
Surat Dari Papua
Prend, hari ini ketika kubuka email, ada sebuah surat dari teman kita Irwadi badal yang saat ini berada di Papua, isinya ada dibawah ini nih.
Ok deh bro, salam kami dari temen-temen yang ada disini untuk kalian semua, tetep semangat ya!! , :)
Oya, gimana nih acara ngumpulnya untuk bulan mendatang, kok belum ada berita seh... katanya pada mau ke dufan, tapi bs bs aja ya, tapi untuk konsumsi tetep yang tanggungjawab si abdur, hehehehe
Email by Irwadi Badal :
Assalamu'alaikum wr. wb....
Ok deh bro, salam kami dari temen-temen yang ada disini untuk kalian semua, tetep semangat ya!! , :)
Oya, gimana nih acara ngumpulnya untuk bulan mendatang, kok belum ada berita seh... katanya pada mau ke dufan, tapi bs bs aja ya, tapi untuk konsumsi tetep yang tanggungjawab si abdur, hehehehe
Email by Irwadi Badal :
Assalamu'alaikum wr. wb....
Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga gabung di blog ini. Kangen rasanya pengen bersua kembali dgn ces-ces ku semua. Apa kareba nih semua? semoga ok2 aje ye.
Oh ya, sekedar ngabarin torang di papua sudah lngkp (boy,rival n ane alias abu syifa alias irwadi). Gimana yg dah punya momongan nih? pasti pada lucu2 yach:-) . My cute daugther skrg dah 14 bulan lho usia nyee..
Oiya bg yg br n udah jd bapak/abi/abah pokoke apalah panggilan nye.. ane ucapin selamat begabung di dunia baru yg penuh warna warni, semoga barakah dari Allah SWT senantiasa turun kepada ente dan keluarga. Amiinn..
ok ude dulu ya insya Allah ane akan balik lg dengan fotox "Fathiyah Zahrah Asy Syifa" putri ane. salamun 'alaikum..
Oh ya, sekedar ngabarin torang di papua sudah lngkp (boy,rival n ane alias abu syifa alias irwadi). Gimana yg dah punya momongan nih? pasti pada lucu2 yach:-) . My cute daugther skrg dah 14 bulan lho usia nyee..
Oiya bg yg br n udah jd bapak/abi/abah pokoke apalah panggilan nye.. ane ucapin selamat begabung di dunia baru yg penuh warna warni, semoga barakah dari Allah SWT senantiasa turun kepada ente dan keluarga. Amiinn..
ok ude dulu ya insya Allah ane akan balik lg dengan fotox "Fathiyah Zahrah Asy Syifa" putri ane. salamun 'alaikum..
Rabu, 23 Januari 2008
Tentang Nama Bea Cukai...
Hai prend, kalian pada sering browsing gak? kalo' iya, coba search kata beacukai via google (lebih bagus kalo lewat pencarian blog) dan.... jreng jreng jreng... berapa banyak berita miring tentang beacukai (institusi kita tercinta) banyak dikritik (bukan ding) dicaci maki, dijelek-jelekkan ama orang-orang yang sebenarnya gak paham dengan fungsi dan tugas kita.
Coba lihat di http://anggara.org/2007/02/14/bea-cukai-sarang-penyamun
atau http://jazma101.multiply.com/journal/item/35/BEACUKAI_SUX_GW_DISURUH_BAYAR_60_RIBU atau http://priyadi.net/archives/2006/01/25/ubuntu-linux-bea-cukai-dan-kantor-pos
dan masih banyak lagi deh.
Hmmm... sudah menjadi tugas kita seharusnya untuk berperan ganda, selain sebagai PNS di depkeu juga sebagai PR (Public Relation) bagi institusi kita. Dan semoga berita miring tentang beacukai lambat laun akan tergantikan dengan berita yang tentunya lebih baik dan mak nyusss....
Coba lihat di http://anggara.org/2007/02/14/bea-cukai-sarang-penyamun
atau http://jazma101.multiply.com/journal/item/35/BEACUKAI_SUX_GW_DISURUH_BAYAR_60_RIBU atau http://priyadi.net/archives/2006/01/25/ubuntu-linux-bea-cukai-dan-kantor-pos
dan masih banyak lagi deh.
Hmmm... sudah menjadi tugas kita seharusnya untuk berperan ganda, selain sebagai PNS di depkeu juga sebagai PR (Public Relation) bagi institusi kita. Dan semoga berita miring tentang beacukai lambat laun akan tergantikan dengan berita yang tentunya lebih baik dan mak nyusss....
Selasa, 15 Januari 2008
Alisya Mazaya Syihab
Alamak.... barangkali banyak temen-temen yang belum tau, siapakah dia, tul gak?? Bagi yang belum tau kini saatnya harus tau!!! (cie....). Sebelumnya daku mohon maap kepada orangtua ybs jika salah nulisnya, habisnya namanya agak-agak ribet sih.
Dia adalah salah satu anggota baru kita di prodip angkatan VII Makassar, dia adalah anaknya Hambali dengan istrinya tentunya, hehehe. anaknya asli luccuuuuuuuu bangets... (jadi kepingin, hiks.....). Aku barusan pulang dari rumahnya (sekarang hari selasa, 15 Januari 2008 Jam 21.15), sekalian silaturahmi gitu. Buat temen-temen di Jakarta yang pengen liat makanya buruan mumpung belum gede lo, hehehe.
Ali tinggalnya di kebantenan, ntar kalo' mau kesana n belum tau tempatnya bisa nanya padaku atu orangnya langsung. Aku dah ada fotonya sih, tapi belum sempet di pindahin kekomputer lantaran dari kamera pinjaman n gak ada kabel datanya...
Ok de... sekian dulu kabarnya.....
Catatan posting sebelumnya : ini fotonya...
Senin, 14 Januari 2008
Mulai males deh...
wuah....... beberapa hari ini gak bisa online nih... lagi males... habisnya gak ada respon sih dari rekan-rekan semua, padahal dengan adanya blog ini aku (secara pribadi) berharap semua berita dari temen-temen satu angkatan bisa nyampe kemana-mana, yang artinya silaturahmi kita juga masih terjaga.
Yah... whateverlah, terlepas dari keinginan itu, semoga blog ini (yang akhirnya cenderung membosankan karena gak up to date dan monoton) tetep bermanfaat bagi kalian semua....
Yah... whateverlah, terlepas dari keinginan itu, semoga blog ini (yang akhirnya cenderung membosankan karena gak up to date dan monoton) tetep bermanfaat bagi kalian semua....
Jumat, 04 Januari 2008
Muncul Lagi
Setelah beberapa hari absen dan kayaknya belum ada "gosip" terbaru, membuat diriku kehilangan berita untuk dimuat di blog ini. Itupun masih ditambah lagi kegiatan menjelang akir tahun yang cukup padat karena 'ditinggal' beberapa orang sehingga otomatis pekerjaan menjadi sedikit banyak.
Oya, Met Tahun baru dulu lah ya... semoga ditahun ini akan menjadi tahun terbaik bagi kita semua.
Oya, Met Tahun baru dulu lah ya... semoga ditahun ini akan menjadi tahun terbaik bagi kita semua.
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg.jpg)
.jpg.jpg)
.jpg.jpg)

