(Berita diambil dari www.seputar-indonesia.com)
Saturday, 31 May 2008
INSPEKSI MENDADAK Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu ruangan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Dalam penggeledahan itu, petugas KPK menemukan uang ratusan juta rupiah.
JAKARTA(SINDO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang Rp300 juta yang diduga sebagai suap saat penggeledahan di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok,Jakarta Utara,kemarin. Selain menyita uang,KPK memeriksa 80 pegawai Bea dan Cukai dengan dugaan menerima suap.
Penggeledahan ini dilakukan sejak pukul 15.00 WIB, dan hingga pukul 23.30 WIB tadi malam masih berlangsung. Mengenai perincian uang sebanyak Rp300 juta tersebut,Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin belum bisa memaparkan karena hingga tadi malam masih dihitung. Penggeledahan yang melibatkan 45 orang tim KPK dipimpin langsung M Jasin dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M Hamzah.
Tim ini berangkat dari Gedung KPK di Jalan Rasuna Said sejak pukul 10.00 WIB.Namun,penggeledahan baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan, informasi yang dihimpun SINDO, pekan lalu tim KPK telah melakukan pemantauan di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. ”Sebelumnya sudah kita pelajari modus operandinya,” kata Chandra di Gedung KPK Jakarta kemarin. M Jasin menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi jalannya reformasi birokrasi di Departemen Keuangan,khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sebagaimana diberitakan, reformasi birokrasi di Departemen Keuangan telah berjalan sejak September 2007 dan telah menghabiskan anggaran Rp4,3 triliun, untuk perbaikan sistem serta remunerasi pejabat dan pegawai. Dalam penggeledahan,KPK memeriksadokumenkerjapegawaiyangbertugas di unit pelayanan jalur hijau dan jalur merah. Jalur hijau yang terletak di lantai satu adalah pelayanan importir dengan kredibilitas tepercaya.
Sementara jalur merah yang berada di lantai empat, dokumen dan fisik barang harus diperiksa lebih dulu. Dari hasil penggeledahan, KPK menemukan sejumlah dokumen dan uang. ”Kita dapatkan beberapa amplop yang berasal dari perusahaan atau PT (perseroan terbatas). Ditulis di situ nomor dokumen dan uang makan,”kata Jasin di Jakarta kemarin. Jasin mengungkapkan, amplop yang ditemukan berisi uang dalam jumlah bervariasi, seperti Rp14 juta, Rp9 juta, Rp8 juta, dan Rp5 juta.
Selain dalam bentuk rupiah, uang yang diduga uang suap dalam rangka memuluskan pengurusan impor, juga berbentuk dolar. ”Ini belum termasuk yang transfer, karena ada bukti transfer Rp47 juta dan Rp57juta. Itu sedang kita periksa bukti transfernya dari mana,”ujar Jasin. Dari 80 orang yang diperiksa, 30 di antaranya berada di kantor pengurusan jalur hijau dan 50 di antaranya berada di kantor kepengurusan jalur merah.
Selain menggeledah meja pelayanan, KPK juga memeriksa tiga mobil milik pegawai Bea dan Cukai yang dicurigai sebagai tempat menyimpan uang suap.
Melalui Pihak Ketiga
Penggeledahan yang dilakukan KPK,menurut Jasin, hanya untuk petugas fungsional pencatat dokumen. Sementara untuk pegawai struktural, KPK tidak melakukan penggeledahan. Menurut Jasin, budaya suap justru banyak terjadi di garis depan pengurusan dokumen. Mereka adalah pegawai yang bersentuhan langsung dengan pengusaha yang mengurus dokumen impor.Untuk melihat perilaku koruptif pegawai di Bea dan Cukai, KPK telah melakukan pemantauan sejak beberapa bulan lalu.
Ternyata, modus suap yang digunakan cukup lihai dengan melalui pihak ketiga. ”Potensi (suap) yang ada justru di frontline yang menerima. Modus operandinya melalui kurir, satpam, cleaning service. Jadi tidak langsung diterima,”ujarnya. Jasin menambahkan,hasil penggeledahan ini akan diserahkan ke bagian pengawasan Bea dan Cukai.
Namun, tidak tertutup kemungkinan dari hasil penggeledahan dan klarifikasi terhadap pegawai,ada kasus penerimaan uang yang diteruskan ke bagian penindakan. Kalau ada indikasi korupsi dan dilakukan penyelenggara negara, KPK bisa saja menyelidiki adanya tindak pidana korupsi. Kalau tindak pidana dilakukan swasta maka akan diserahkan ke polisi, dan kalau pelanggarannya administrasi maka tindakannya oleh pemantau internal dibantu KPK.
”Akan kita lacak terus,” kata Jasin. Senada dengan Jasin, Chandra menegaskan bahwa hasil penggeledahan bisa saja memiliki unsur tindak pidana. Namun,hingga tadi malam, KPK belum bisa menyimpulkan hasil penggeledahan karena harus terlebih dahulu dievaluasi. ”Nanti akan kita lihat dari dokumendokumen itu,”kata Chandra.
Reformasi Internal
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, pihaknya menyambut baik inspeksi mendadak yang dilakukan KPK karena Bea Cukai sedang menerapkan reformasi birokrasi di bidang kepatuhan internal. Anwar menambahkan, sebelum kantor pelayanan utama dibuka pada 2007, perputaran pungutan liar di Bea dan Cukai Tanjung Priok mencapai Rp12 miliar per bulan.
Namun, jumlah itu hingga tahun ini cenderung mengalami penurunan yang signifikan. ”Kami harap importir dan instansi lain jangan main-main dengan kami karena ada KPK yang mendukung kami, ”tegasnya. Dia juga menjelaskan, reformasi birokrasi dilakukan antara lain dengan pemecatan tidak hormat terhadap sembilan pegawai dua tahun terakhir.
Total hukuman bagi pegawai indisipliner pada dua tahun ini dengan jenis hukuman, di antaranya teguran lisan, penurunan gaji, dan penurunan pangkat yang mencapai 89 kasus.”Namun, ada 35 pegawai kami yang mendapatkan penghargaan karena berprestasi,”jelasnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mendukung langkah KPK dalam membenahi unit layanan di beberapa instansi.
Hal itu sangat penting mengingat upaya pemberantasan korupsi membutuhkan pengawasan dan penuntasan secara berkesinambungan. ”Inspeksi mendadak merupakan satu langkah strategis yang perlu dilakukan,di antaranya pada departemendepartemen yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat. Ini penting,” kata Aziz kemarin. Sementara itu,Koordinator Bidang Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho berharap KPK tidak hanya melakukan inspeksi mendadak.
Namun, ada tindak lanjut secara nyata menyangkut hasil temuan yang didapat. Emerson menambahkan, KPK diharapkan lebih intensif melakukan upaya-upaya pembenahan.Tidak hanya di satu lembaga, tapi meliputi seluruh institusi yang ada. (neneng zubaidah/rijan irnando purba/m purwadi)
sebuah blog untuk alumnus STAN Prodip I Bea Cukai (khususnya angkatan VII Nasional atau angkatan IV Makassar)
Jumat, 30 Mei 2008
Sabtu, 24 Mei 2008
Gagal Maning, gagal maning...
Rencananya akan ada pertemuan rutin angkatan kemarin. Tapi.... berhubung persiapan yang tidak matang makanya batal deh... Padahal Edi Gusbedi Paramean dan Marius lagi ada di Jakarta saat ini, karena lagi pada Diklat di Bogor. Jadi kapan ya pertemuan lagi???
Jumat, 02 Mei 2008
Look This Picture....

Apa yang kalian bayangkan ketika melihat foto ini?? jangan senyum-senyum sendiri!!! ntar dikirain gila, hehehe
Aku nemuin foto ini waktu browsing Friendster n ngeliat profilenya boelex... Kezam dia, kemaren katanya gak sempet upload foto kenangan selama prodip eh ternyata dipasang sendiri (sorry bro, just kidding, :)). Yah paling tidak sekarang kalian dan bisa ngeliat satu dari sekian kenangan kita.. ada yang mau menambahkan????
Oh ya, buat yang punya account Friendster mari kita gabung di group prodip mks, caranya : liat aja fs ku di setia handaya terus join group di prodip mks, ada cara yang lebih mudah sih tapi sedikit repot, aku harus nge add satu-satu, sambil jalan aja lah ya....
Kura - Kura dan Kelinci
Untuk menggambarkan hebatnya team work, salah satu rekan saya
mendongengkan kisah kehidupan dua binatang yakni kura-kura dan kelinci. Suatu
ketika, kelinci mengajak balap lari dengan kura-kura. Pertandingan pun
dimulai. Kelinci langsung memimpin jauh di depan kura-kura. Tiba-tiba
kelinci menoleh ke belakang, dilihatnya kura-kura masih tertinggal jauh di
belakang. Karena sudah merasa menang, kelinci berhenti berlari. Sang
pemakan wortel ini malah duduk-duduk santai, tidur-tiduran dan akhirnya
tertidur.
Pelan namun pasti kura-kura tetap berlari. Bahkan kura-kura mampu
melewati sang kelinci yang sedang tertidur. Kura-kura pun menang dan mampu
mengalahkan sang kelinci.
Merasa malu dirinya dikalahkan oleh kura-kura yang kemampuan larinya
jauh lebih lambat, kelinci menangis. Kura-kura pun datang menghibur
kelinci sambil berkata ?lain kali kamu harus hati-hati dengan falsafah
kehidupan kami, alon-alon asal klakon (pelan namun pasti)?
Kelinci menantang diadakannya pertandingan ulang. Kura-kura pun setuju.
Begitu aba-aba start dimulai, kelinci langsung berlari
sekencang-kencangnya. Kali ini, binatang bertelinga panjang itu mengerahkan semua
kemampuannya dan fokus pada garis finis. Dia tidak lagi menoleh ke belakang
dan duduk-duduk santai.Pertandingan ulang itupun dimenangkan kelinci.
Kura-kura mengucapkan selamat kepada kelinci sambil mengatakan
?falsafah alon-alon asal klakon bisa dikalahkan dengan kesungguhan, semangat
dan fokus pada tujuan akhir yang hendak dicapai.?
Wah kedudukan satu-satu ya? seru kura-kura. Untuk menentukan
pemenangnya pertandingan di gelar kembali. Kali ini kura-kura meminta kepada
kelinci agar kura-kura yang menentukan rute pertandingan. Merasa bahwa
kemampuan larinya jauh lebih cepat dibandingkan kura-kura iapun menyetujui
tawaran kura-kura itu.
Pertandingan dimulai. Sang kelinci langsung memimpin pertandingan.
Namun di tengah perjalanan kelinci berhenti karena ternyata rute yang harus
dilewati adalah sungai yang sangat lebar. Maka sampailah kura-kura di
tepian sungai itu dan menyapa sang kelinci yang sedang gelisah ?maaf ya
saya nyeberang duluan.? Dipertandingan ke tiga ini kura-kuralah yang
menjadi pemenang. Untuk yang kedua kalinya kelinci menangis.
Kura-kura mendatangi kelinci. Sambil terisak kelinci berkata kepada
kura-kura ?ternyata kalau kita ingin memenangkan pertandingan kita harus
bersaing sesuai dengan core competence kita ya.?
Untuk menghibur kelinci kura-kura kemudian memberikan tawaran kepada
kelinci. ?Bagaimana kalau kita berlomba lagi. Kali ini, tidak ada yang
kalah, semuanya menang. Caranya, ketika di darat kamu gendong saya.
Ketika di sungai saya gendong kamu? kata kura-kura. Kelinci menyetujui
tawaran kura-kura.
Ternyata di pertandingan ke empat ini, waktu tempuhnya jauh lebih cepat
dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Akhirnya, kedua binatang
itu sepakat bahwa kerja sama antar core competence yang berbeda akan
menghasilkan prestasi yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting lagi,
tidak ada yang merasa dikalahkan.
Posted By. Abdurrazaq
Langganan:
Komentar (Atom)